habarbangsa.com (SAMARINDA) – Kehadiran media sosial telah membuka akses informasi yang semakin mudah dan cepat bagi masyarakat. Namun, melimpahnya informasi di era digital justru menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi anak muda. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan mengatakan, bahwa informasi yang tersebar luas di media sosial perlu disikapi dengan cermat, terutama bagi generasi muda Kaltim.
“Di era digital seperti sekarang, informasi bisa dengan mudah didapatkan hanya lewat ponsel pintar. Namun, hal ini juga membawa tantangan besar, terutama bagi anak muda. Maka pentingnya literasi digital untuk menyaring informasi yang benar dan menolak hoaks, ” ungkapnya. Politikus PKS ini mengaku, banyak berita palsu atau hoaks yang tersebar di media sosial tanpa cek fakta yang tepat. Ini bisa menyesatkan dan berbahaya bagi masyarakat, terutama generasi muda yang sering menggunakan internet sebagai sumber utama berita.
“Anak muda harus punya kemampuan untuk memilih mana informasi yang benar dan mana yang hanya rumor atau hoaks. Kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Saya percaya karakter dan integritas juga harus tumbuh bersama pengetahuan. Artinya, menjadi pintar saja tidak cukup jika tidak disertai sikap dan moral yang baik, ” terangnya. Sehingga, Ia berharap anak muda di Kaltim bisa mengembangkan diri secara seimbang, baik dari sisi pengetahuan maupun kepribadian.
Selain itu, ia menambahkan, bahwa literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi, tapi juga soal bagaimana bertanggung jawab dalam menggunakan informasi yang didapat. “Hal ini penting agar tidak menyebarkan informasi salah atau negatif yang bisa merugikan orang lain. Penggunaan teknologi harus disertai dengan etika. Kita tidak boleh asal sebar berita tanpa tahu dampaknya,” tandasnya. (Dar/Adv)





