habarbangsa.com (SAMARINDA) – anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan mengatakan, bahwa keberhasilan program ketenagakerjaan ke depan sangat bergantung pada pemahaman mendalam mengenai minat dan kecenderungan generasi muda melalui riset sosial yang komprehensif. Untuk itu, Agusriansyah mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan pemetaan minat generasi muda, sehingga dapat merancang program vokasi dan sertifikasi digital yang tepat sasaran.
Selain itu, pendampingan dalam pengembangan produk lokal harus menjadi bagian dari solusi agar para pekerja dan pengusaha baru bisa bertahan dan bersaing, termasuk dalam menghadapi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor lain. “Kalau kita tahu kecenderungannya, kita bisa anggarkan pelatihan tepat. Misal konten kreator: fasilitasi sertifikasi video dan pendampingan ekspor desa sebagai solusi PHK,” terangnya.
Lebih jauh, Agusriansyah menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk membuka jurusan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. “Dengan demikian, lulusan pendidikan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang siap diserap pasar kerja. Jurusan pendidikan harus sinkron dengan arah pembangunan daerah. Jangan mencetak sarjana tapi tidak siap kerja,” ungkapnya.
Ia juga mengajak semua pihak terkait, mulai dari legislatif, eksekutif, akademisi, hingga dunia industri, untuk bersama-sama menyusun cetak biru ketenagakerjaan berbasis data dan analisis sosial yang akurat. Agusriansyah juga mengingatkan bahwa tidak cukup hanya menunggu peluang kerja yang ada, melainkan perlu diciptakan peluang tersebut berdasarkan potensi daerah dan karakteristik generasi muda.
“Dengan langkah-langkah ini, penurunan tingkat pengangguran yang selama ini terjadi di Kalimantan Timur dapat berlanjut secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih luas, ” tandasnya. (Dar/Adv)





