habarbangsa.com (SAMARINDA) – Anggota DPRD Kalimantan Timur Agus Aras mengatakan, salah satu fokus utama dalam RPJMD provinsi Kaltim, adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, dua sektor tersebut harus menjadi prioritas bersama agar masyarakat bisa merasakan manfaat konkret dari kebijakan pembangunan yang diambil. “Pemerintah kabupaten pun perlu menyesuaikan dan termuat dalam RPJMD,” imbuhnya.
Untuk itu lanjutnya, sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten mutlak diperlukan, terutama dalam penyusunan dokumen Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Tanpa keselarasan visi dan program antara dua tingkat pemerintahan ini, arah pembangunan akan berjalan pincang dan tidak efektif, ” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra ini juga menekankan, pentingnya komunikasi dan penyelarasan dalam setiap tahap perencanaan. Sehingga arah kebijakan pembangunan ke depan dapat berjalan seiring dan selaras. Ia memastikan, harmonisasi RPJMD bukan semata-mata soal mencocokkan program kerja, melainkan juga soal membangun sistem koordinasi yang berkelanjutan antar-lembaga dan antar-level pemerintahan.
“Jika pola komunikasi dan koordinasi dapat diperbaiki, maka tantangan pembangunan seperti disparitas wilayah, ketimpangan layanan dasar, dan pengangguran bisa lebih cepat diatasi, ” tuturnya. Maka ia pun berharap, momentum penyusunan RPJMD 2025–2030 dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat sinergi antarwilayah dan menyatukan energi semua pemangku kepentingan. “Pembangunan bukan semata soal anggaran dan proyek fisik, tapi menyangkut masa depan manusia dan keadilan sosial di daerah, ” tutupnya. (Dar/Adv)





