Habarbangsa.com (TENGGARONG) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi berharap, kedepan tata kelola pertambangan di Kaltim harus baik. Politisi muda Gerindra ini mengaku, saat ini masalah tambang memang masih ada beberapa yang konflik dengan masyarakat, kemudian masih banyak yang menggunakan fasilitas umum daripada Pemerintah maupun milik masyarakat digunakan untuk aktvitas pertambangan.
“Hal ini juga yang mendasari kami Komisi III DPRD Kaltim pekan lalu melakukan kunjungan ke Komisi XII DPR RI di Jakarta. Kunjungan ini terkait dengan maraknya tambang ilegal di Kaltim dan permasalahan tata kelola daripada pertambangan itu sendiri, ” ungkap Reza.
Reza mengatakan, kunjungan ini sangat positif sekali, karena Komisi XII DPR RI menerima kami dan nantinya mereka akan menindaklanjuti setiap laporan, baik itu dari pemerintah provinsi maupun dari DPRD provinsi Kaltim agar Komisi XII nantinya bisa menindaklanjutinya dengan turun ke lapangan.
“Dan ini memang menjadi salah satu masukan bagi kita semua untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, karena dalam hal ini kami di DPRD Kaltim khususnya di Komisi III memang tidak mempunyai kewenangan sesuai aturan, namun kami akan menyampaikan apa-apa saja yang memang menjadi kendala ataupun permasalahan yang ada di Kaltim khususnya tambang ilegal dan lainnya, ” tuturnya.
Ia menambahkan, kunjungan ini menandai langkah serius DPRD Kaltim untuk mendorong regulasi baru dan penataan ulang tata kelola sumber daya alam demi masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. “Sinergi antara pusat dan daerah jadi kunci utama dalam permasalahan tambang ini, ” tukasnya. (Dar/Adv)





