habarbangsa.com (TENGGARONG) – Anggota DPRD Kaltim Salehuddin, S.Sos, S.Fil, M.AP, menyampaikan harapan besarnya terhadap sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Ia mengaku, terkait dengan proses penyelenggaraan pendidikan di Kaltim problem yang selama ini mengemuka diantaranya sarana prasarana pendidikan, termasuk beberapa ruangan belajar di beberapa sekolah negeri maupun swasta di Kaltim yang kurang, termasuk juga akses sekolah harus menjadi perhatian pemprov Kaltim.
“Karena di beberapa sekolah hampir di Kabupaten Kota di Kaltim sifatnya terbatas dengan kapasitas daya tampung siswanya, makanya ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya. Politisi Golkar ini juga meminta, kepada Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melaksanakan beberapa permohonan sekolah yang notabene memang membutuhkan ruang belajar.
Kemudian lanjut Salehuddin, hal yang juga menjadi perhatian kedepannya adalah bagaimana proses pemerataan guru dan tenaga pendidikan di masing-masing sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Kota di Kaltim, karena antara sekolah di Kabupaten Kota ini memang terjadi ketimpangan kualitas pendidikan.
“Salah satu penyebabnya adalah tidak merata nya dari sisi guru dan tenaga pendidik, maka dengan mekanisme PPPK ini harusnya beberapa permasalahan minumnya guru yang dibutuhkan di masing-masing sekolah bisa tercover, tapi selama ini prosesnya belum terlalu maksimal, ” ungkapnya.
Ia berharap, bahwa kedepannya Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus memaksimalkan Dana Alokasi Umum yang diberikan pemerintah pusat untuk kebutuhan dari proses belajar mengajar. “Terutama untuk penggajian dan menutupi kekurangan guru di beberapa sekolah, ” imbuhnya.
Ia menambahkan, untuk Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Menurutnya tema Hardiknas tahun ini sangat memiliki makna filosofi yang sangat tinggi, bahwa yang diinginkan adalah keberagaman, kolaborasi dan kebersamaan. “Sehingga dunia pendidikan ini bukan hanya dimiliki oleh peserta didik, pendidik maupun pemerintah, tapi juga bagian dari kehidupan masyarakat, pungkasnya. (Dar/Adv)





