habarbangsa.com (TENGGARONG) – Anggota Komisi IV DPRD provinsi Kaltim Salehuddin, S.Sos.,S.Fil.,M.AP menanggapi kabar yang saat ini ramai dibahas, terkait usulan Kementerian Agama RI saat rapat dengan Komisi VIII DPR RI terkait kenaikan Biaya Perjalan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2023.
Berdasarkan informasi yang di himpun dari Kemenag RI, kedepannya jama’ah haji bakal dibebani biaya sebesar Rp69.193.733, atau 70 persen dari jumlah BPIH Rp 98.893.909.
“Setelah Kementerian Agama memberikan penjelasan kepada DPR RI terkait dengan besaran dana yang justru dibebankan kepada calon Jama’ah haji terutama tahun ini berangkat, maka saya berharap apapun itu bentuknya ada peningkatan jumlah biaya haji yang harus di kompromikan dengan pihak DPR RI, karena sampai saat ini memang belum ada keputusan final, ” tuturnya.
Politisi Golkar tersebut mengatakan, Kemenag RI dan DPR RI tentunya masih melakukan proses hitung-hitungan, kalau konsekuensinya pihak otoritas Arab Saudi memang punya argumentasi untuk menaikkan biaya haji maka mau tidak mau ini menjadi keharusan, walaupun bicara jumlah kita paling besar jama’ah hajinya.
“Namun saya juga berharap pada keputusan final nantinya tidak memberatkan bagi calon Jama’ah haji terutama yang berangkat tahun ini, ” harapnya.
Misal lanjutnya, ada subsidi atau bantuan dari Pemerintah lebih banyak menalangi sehingga ada win win solution, karena kita tahu kondisinya sekarang kenaikan biaya tersebut masih rasional.”Tetapi bagi kita di Indonesia bisa saja di negosiasikan dari calon jamaah haji minimal berapa tambahannya dan seberapa besar pemerintah bisa mensupport kenaikan tersebut, ” tandasnya. (Dar/Adv)





