habarbangsa.com (SAMARINDA) – DPRD provinsi Kaltim akan mengawal penguatan sektor pendidikan, dengan terus memantau dan mengevaluasi kinerja pemprov dalam pengelolaan anggaran pendidikan dengan porsi 20 persen dari total APBD provinsi.
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD provinsi Kaltim Hasanuddin Mas’ud.
Menurut Hamas sapaan akrabnya, sektor pendidikan di Kaltim tetap menjadi prioritas yang mesti diperhatikan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2023.
“Pengelolaan anggaran pendidikan seharusnya dimanajemen dengan baik, sehingga ada hal-hal prioritas yang mestinya dikedepankan, seperti infrastruktur pendidikan itu sendiri, ” imbuhnya.
Politisi Golkar tersebut menilai, saat ini pengelolaan anggaran pendidikan di Kaltim masih didominasi oleh belanja operasional, sehingga belanja infrastruktur mengecil.
“Semestinya pengelolaan anggaran pendidikan tersebut lebih diprioritaskan pada belanja infrastruktur pendidikan, sedangkan untuk belanja operasional porsinya lebih baik dikurangi, ” terang Hasanuddin Mas’ud.
Ia menambahkan, ada skala prioritas yang harus diambil dalam pengelolaan anggaran pendidikan, yakni perbesar porsi belanja infrastruktur untuk meningkatkan kuota penerimaan peserta didik baru. (Dar/Adv)





