• Kapolres Kukar Pimpin Apel HUT Bhayangkara ke 80 
  • Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Efektivitas Pengawasan Publik Dan…
  • Polres Kukar Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, 8-21…
  • Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
Juli 2026
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« Jun    

Didik Agung Dorong DPR RI Dan Pemerintah Pusat Membuka Ruang Merevisi UU 23/2014

admin - Advertorial - 06/06/2025
admin
0 Comments

habarbangsa.com (TENGGARONG) – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono, mendorong agar DPR RI dan pemerintah pusat membuka ruang untuk merevisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Politisi PDIP ini menilai, keberadaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 justru menyulitkan pemerintah daerah. “Kalau konflik lahan dan tambang terus terjadi, jangan buru-buru salahkan daerah. Kewenangan kami sudah lama dipangkas,” tegas Didik.

Ia mengaku, revisi ini tujuannya untuk menciptakan tata kelola yang lebih adil, cepat, dan responsif terhadap kondisi daerah. “Ini bukan soal melawan pusat. Tapi bagaimana membangun sistem yang adaptif. Jangan biarkan daerah tanpa taring. Kalau dibiarkan begini terus, masyarakat akan terus jadi korban,” tuturnya. Menurutnya, pasca UU 23/2014 diberlakukan, seluruh urusan perizinan di sektor pertambangan dan kehutanan ditarik ke pemerintah pusat. Sementara itu, pemerintah daerah hanya menjadi pengawas dan pelapor.

“Kami di lapangan, yang hadapi langsung masyarakat. Tapi secara hukum, tangan kami terikat. Tidak bisa mencabut izin, apalagi menindak,” imbuhnya. Ia juga menyoroti banyaknya konflik antara masyarakat dan perusahaan tambang. Kasus yang terus berlarut ini disebutnya sebagai dampak nyata sentralisasi kewenangan. Jika kewenangan dikembalikan ke daerah, penyelesaian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. “Daerah tahu karakter wilayahnya. Kami tahu siapa yang salah. Tapi kalau tak punya wewenang, bagaimana bisa bertindak, ” tutupnya. (Dar/Adv)

Terkait

TAGS: #Anggota DPRD Provinsi#Didik Agung
PREVIOUS
Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu Sampaikan Persoalan Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Marangkayu
NEXT
Rencana Pemindahan ASN ke Ibu Kota Nusantara, Fadly Himawan Berikan Tanggapan
Related Post
12/06/2025
Baharuddin Muin : Infrastruktur Jalan Sangat Diperlukan Di Kecamatan Babulu Kabupaten PPU
16/02/2025
Sehuddin Gelar Penguatan Demokrasi Daerah Kedua Di Desa Loa Ulung
22/06/2025
Kinerja PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Diapresiasi Firnadi Ikhsan
07/06/2025
Reza Soroti Bencana Longsor Di Kilometer 28, Desa Batuah
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved