habarbangda.com (SAMARINDA) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti persoalan bencana longsor di kilometer 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Ia menegaskan, bahwa DPRD Kaltim, khususnya Komisi III, tengah melakukan langkah-langkah koordinatif untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. “Dalam waktu dekat kami akan turun ke lapangan bersama dinas terkait, yaitu Dinas ESDM, DPRD Komisi III, kemudian juga Pemkab Kukar, pemerintah desa, BPPJN, dan pihak Unmul,” ujar politisi Gerindra ini.
Reza sapaan akrabnya mengatakan, bahwa hingga kini terdapat perbedaan tafsir mengenai penyebab longsor. Kajian ilmiah dari Universitas Mulawarman menyebutkan bahwa faktor geologis dan cuaca ekstrem menjadi pemicu utama. Namun, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Desa Tani Jaya justru mengaitkan bencana itu dengan aktivitas pertambangan yang dinilai telah mengganggu keseimbangan ekosistem.
“Dalam hal ini kami terbuka. Kami minta juga pandangan dari masyarakat melalui kajian komprehensif mereka tentang dampak longsor ini. Kami terbuka dengan semua pendapat,” ungkapnya. Ia juga mendorong, pemerintah provinsi dan kabupaten memberikan bantuan. Pemerintah provinsi melalui BPBD telah menyalurkan bantuan sementara, dan pemerintah kabupaten berinisiatif membangun serta merelokasi rumah korban terdampak.
“Kalau di pihak kabupaten kan sudah ada inisiatif bahwasannya untuk membangunkan rumah atau relokasi rumah bagi korban yang terdampak,” imbuhnya. Sebagai informasi, Komisi III DPRD Kaltim siap memfasilitasi penanganan longsor di Batuah KM 28 Kutai Kartanegara yang terdampak 22 kepala keluarga. Longsor diduga akibat faktor alam dan aktivitas tambang PT Baramulti Suksessarana (BSSR). DPRD membentuk tim kajian bersama masyarakat, Dinas ESDM, dan pihak terkait untuk mencari solusi.
Longsor besar yang terjadi pada 24 April 2025 di Kilometer 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, yang menyebabkan badan jalan amblas hingga kedalaman 4 meter. Akibat longsor tersebut, 21 rumah dan satu rumah ibadah rusak, dengan 10 rumah hancur total dan 11 lainnya rusak berat. Sebanyak 22 kepala keluarga atau 88 jiwa terdampak langsung. (Dar/Adv)





