• Kapolres Kukar Pimpin Apel HUT Bhayangkara ke 80 
  • Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Efektivitas Pengawasan Publik Dan…
  • Polres Kukar Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, 8-21…
  • Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
September 2026
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

Ancaman Kepunahan Pesut Mahakam Mendapat Perhatian Serius Dari Sarkowy

admin - Advertorial - 29/06/2025
admin
0 Comments

habarbangsa.com (SAMARINDA) – Ancaman kepenuhan populasi pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), semakin nyata. Saat ini keberadaannya hanya tersisa sekitar 60 ekor. Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Kukar Sarkowi V Zahry turut bersuara terkait hal ini. “Pesut Mahakam bisa punah kalau kita terus diam. Penegakan hukum lingkungan lemah, itulah akar masalahnya,” ujar Sarkowi.

Politikus Golkar ini mengatakan, regulasi untuk perlindungan satwa seperti pesut Mahakam sebenarnya sudah tersedia, baik dari Peraturan Daerah maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun, lemahnya implementasi di lapangan menjadi masalah utama.

“Perda ada, regulasi juga ada. Tapi kalau tidak ditegakkan, ya sama saja. Populasi pesut akan terus menurun,” imbuhnya. Untuk itu ia menekankan, upaya penyelamatan pesut Mahakam tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan pelaku industri.

“Pesut Mahakam memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan menjadi indikator kesehatan perairan. Kalau pesut hilang, itu artinya ekosistem kita sedang sakit. Maka dari itu, jangan tunggu sampai mereka benar-benar punah,” tuturnya.

Ia menambahkan, aktivitas manusia seperti lalu lintas kapal tongkang pengangkut batu bara dan pertambangan di sepanjang Sungai Mahakam menjadi penyebab utama terganggunya habitat pesut.

“Pesut itu sensitif. Seperti manusia, mereka bisa stres. Suara bising dan polusi kapal membuat habitatnya rusak, gangguan tersebut memaksa pesut menjauh dari wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal alaminya. Kondisi ini membuat populasi mereka semakin menurun dari waktu ke waktu, ” tandasnya. (Dar/Adv)

Terkait

TAGS: #Anggota DPRD Provinsi#Sarkowi V Zahry
PREVIOUS
Salehuddin Ajak Generasi Muda Kaltim Ambil Peluang Bonus Demografi
NEXT
Perda Ketahanan Keluarga Kunci Membangun Masyarakat Tangguh
Related Post
12/11/2023
Kabid HI dan Jamsostek Aktif Lakukan Sosialisasi Untuk Wujudkan Tata Kelola Perusahaan Yang Layak
21/07/2025
Salehuddin Soroti Praktik Menyimpang Dalam Pemanfaatan Dana Pascatambang
29/04/2025
Komisi IV Gelar RDP Bahas Pengupahan Bersama Puluhan Karyawan RSHD
22/01/2023
Nidya Listiyono Apresiasi UU P2SK Yang Telah Disahkan
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved