habarbangsa.com (TENGGARONG) – Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kukar terus gencar melakukan operasi pasar murah terkait peredaran barang di pasaran.
Kepala Disperindag Kukar Arfan Boma Pratama mengatakan, saat ini beberapa harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik salah satunya cabae dan beras. Hal ini disebabkan karena menjelang hari besar keagamaan kebutuhan masyarakat meningkat.
“Kebutuhan yang mengalami kenaikan adalah cabe dan beras umumnya dari Bahan Pokok Penting (Bapokting) yang ada dan situasi yang berlangsung. Bapokting tersebut naik di hari besar seperti nataru, karena permintaan tinggi. Namun angkanya tidak terlalu signifikan, ” ujarnya.
Ia mengaku, pihaknya juga masih ada kegiatan untuk intervensi terhadap inflasi, yakni operasi pasar. Jadi akan kita lakukan pengamatan, dari hasil laporan mingguan terkait fluktuasi atau kerawanan harga dan bapokting.
“Disitu kita coba penetrasi. Harga beras contohnya bisa kita tekan. Cuma melihat data yang mengalami kenaikan itu beras premium,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan upaya operasi pasar ini, pelan-pelan bisa menurunkan tingginya harga bapokting yang mengalami kenaikan jelang Nataru.
“Sat ini operasi pasar sudah 116 titik per Oktober. Awalnya 30 titik dengan anggaran Rp 2,4 miliar. Dibagi dua, Rp 1,6 miliar sekian untuk subisidi ongkos angkut. Sisanya untuk pendampingan, ” tutupnya. (Dar/Adv)





