habarbangsa.com (TENGGARONG) – Bupati Kukar Edi Damansyah hadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se – Indonesia di Kukar berlangsung, di Halaman Parkir Gedung C, Kantor Bupati Kukar, Senin (16/10/2023).
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Sekda Kukar Sunggono, Kajari Kukar Tommy Kristanto, Dandim 0906 Kukar Letkol Inf Jefri Satria dan undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Launching Kredit Kukar Idaman (KKI) bagi Petani, Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Kukar.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, Gerakan Pangan Murah adalah salah satu upaya untuk menekan inflasi. Tanggungjawab untuk mengendalikan inflasi bisa dilakukan secara bersama-sama sampai pada tingkat Kecamatan dan Desa.
Ia mengaku, penanganan dampak inflasi tidak bisa dilakukan sendirian maka perlu etam betulungan. Kalau di tingkat Kabupaten TPID telah melakukan langkah penanganan inflasi, maka langkah ini juga diharapkan juga dilakukan secara bersama-sama hingga di tingkat desa, seperti Gerakan Pangan Murah yang dilakukan pada hari ini.
“Kalau pengendalian inflasi ini bisa kita lakukan bersama-sama maka dampaknya adalah inflasi bisa terkendali sehingga masyarakat kita tidak kesulitan untuk mendapatkan pangan dengan harga yang
terjangkau, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 97 Tahun 2022 Tentang Panduan Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa) yakni ADD maupun DD dapat digunakan untuk pengendalian inflasi terkait kegiatan ketahanan pangan.
“Kepala desa untuk melakukan langkah pengendalian inflasi dengan melakukan penghimpunan data harga harian, evaluasi trend/kecenderungan harga pangan mingguan, apakah ada kenaikan atau stabil atau justru turun sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi, ” imbuhnya.
Ia menambahkan, saat ini juga memastikan adanya kemandirian produksi, hingga pemasaran pangan, setiap desa ada BUMDES atau KOPERASI yang bisa bekerjasama dengan PERUM BULOG atau BUMN lain, yakni ID FOOD untuk menjadi distributor. Kemudian mengaktifkan pasar pemda atau pasar rakyat untuk menjadi bagian operasi pasar sehingga memperluas jaringan dalam pelaksanaan operasi pasar.
“Kepada DPMD Kukar juga ikut mendorong Kades untuk mengaktifkan BUMDESnya dalam turut serta secara bersama-sama menjadi distributor BULOG, ” tandasnya. (Dar/Adv)





