habarbangsa.com (TENGGARONG) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar bakal lalukan kajian Pengelolaan sampah di desa dan kelurahan di Kukar, hal ini sebagai upaya mengetahui dan mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah saat ini, dari sisi layanan dan fasilitas persampahan, serta peran serta masyarakat.
Hal ini diungkapkan Kabid Ekonomi dan Pembangunan Daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Karno.
“Selanjutnya, BRIDA dan peneliti akan turun ke lapangan, guna pengambilan data lapangan,” ujar Karno.
Karno mengatakan, tujuan dari kajian tersebut yakni memberikan rekomendasi fasilitas dan sarana prasarana sesuai implementasi Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas) Indonesia Bersih pada tahun 2025.
“Bisa juga memberikan rekomendasi peningkatan kapasitas dan modal sosial, dalam pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan,” imbuhnya.
Ia mengaku, dengan memiliki jarak yang berdekatan dengan IKN Nusantara Kaltim, Kabupaten Kukar menjadi tolok ukur pengelolaan sampah secara Nasional. Pengelolaan akan dinilai dari pihak desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah.
“Kita lakukan penelitian pengelolaan sampah di desa dan kelurahan, dengan menggandeng tim peneliti Universitas Proklamasi 45 Jogjakarta,” ucapnya.
Ia menambahkan, untuk kajian awalnya sudah dipersentasikan pihak Universitas Proklamasi 45 kemarin, Senin 25 September 2023 lalu, dimana Muhammad Noviansyah Aridito sebagai Ketua Tim Peneliti. Dan menghadirkan pendamping dari Dosen Fakultas Teknik Unmul Samarinda, Juli Nurdiana serta Kabid Kebersihan DLHK Kukar, Irawan.
“Dari kajian awal disajikan, timbunan sampah di Kukar sebesar 313.77 ton dan setahun sebesar 114.542,75 ton per tahun berdasarkan basis data SIPSN KLHK tahun 2022, Pemda bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan, ” tandasnya. (Dar/Adv)





