habarbangsa.com (SAMBOJA) – Proyek pipanisasi dari Senipah ke Balikpapan, yang diketahui jalan tersebut berstatus sebagai jalan provinsi ini lepas dari kesepakatan, padahal sebelumnya telah disepakati, tidak ada lagi pemasangan pipa yang dibangun mepet ke bahu jalan.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun saat meninjau langsung jalan di Kecamatan Samboja, belum lama ini.
“Proyek pipa proyek strategis nasional ini tidak sesuai kesepakatan, di beberapa titik menjadikan jalan provinsi rusak, retak dan longsor, ” ujarnya.
Politisi PDIP ini mengatakan, sesuai kesepakatan, harusnya jaraknya 2 meter dari bahu jalan, fakta di lapangan mepet jalan. Pembangunannya saya minta harus berjarak sesuai kesepakatan karena agar menghindari kerusakan yang bisa terjadi.
“Jalan yang ada pun, satu dua bulan bisa saja begini nasibnya, seperti di Jalan Wonotirto Kecamatan Samboja. Saya minta pengerjaannya agar benar-benar dipastikan sesuai dengan perencanaan, pembangunan pipa proyek strategi nasional ini jangan sampai membuat hancur jalan, yang dibangun pakai duit rakyat. Untuk itu saya telah berkoordinasi ke beberapa pihak, ” terangnya.
Ia menambahkan, proyek strategis nasional ini bisa sangat merugikan, karena jalan yang dibiayai dengan uang rakyat, akan terus mengalami kerusakan.
“Jarak 2 meter itupun dilakukan untuk menghindari terjadi kerusakan, tapi karena ini galiannya sangat mepet dengan jalan, benar saja terjadi kerusakan, ambrol dan retak yang menjalar. Kita khawatir semua jalan akan bernasib sama, karena kita temui beberapa titik di lapangan seperti itu,” pungkasnya. (Dar/Adv)





