habarbangsa.com (SAMARINDA) – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil VI Agusriansyah Ridwan menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar program beasiswa dapat dijalankan secara efektif dan merata. Menurutnya, sinergi antar pemerintah daerah dan provinsi sangat krusial. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa memastikan bahwa bantuan pendidikan menjangkau kalangan yang benar-benar membutuhkan.
“Tentunya kami mendukung terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperluas akses pendidikan. Sebab pendidikan merupakan elemen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kutai Timur, khususnya dalam rangka menyongsong visi pembangunan daerah ke depan, ” ungkapnya. Ia memastikan, untuk merealisasikan visi Kutim Hebat 2045, sektor pendidikan harus menjadi prioritas.
“Program seperti Beasiswa Kutim Tuntas perlu dikawal pelaksanaannya agar proses seleksi berjalan adil, transparan, dan akuntabel,” imbuhnya. Ia mengaku, terkait program Beasiswa Kutim Tuntas yang kembali digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan menegaskan, bahwa program tersebut tidak akan menimbulkan konflik dengan kebijakan serupa milik Pemerintah Provinsi Kaltim, yakni GratisPol.
“Sebab sejak awal pelaksanaan, program Beasiswa Kutim Tuntas telah dirancang dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku dan telah memiliki dasar hukum yang kuat. Program beasiswa ini bukan hal baru dan telah memiliki legalitas yang jelas, ” tuturnya. Politisi PKS ini menambahkan, bahwa mekanisme penyaluran bantuan pendidikan telah dibuat agar tidak terjadi tumpang tindih penerimaan. “Sudah ada ketentuan yang melarang penerima beasiswa memperoleh bantuan dari dua sumber sekaligus. Selain itu, koordinasi antarlembaga penyelenggara beasiswa terus ditingkatkan untuk mencegah potensi duplikasi penerimaan,” demikian. (Dar/Adv)





