habarbangsa.com (SAMARINDA) – Anggota DPRD Kaltim dari Dapil I Samarinda Subandi mengatakan, pentingnya perencanaan matang dan penggunaan material yang sesuai dengan karakteristik jalur, terutama karena jalur Samarinda-Bontang dilewati kendaraan bertonase tinggi. Hal ini diungkapkan politisi PKS tersebut, terkait kondisi jalan nasional Samarinda-Bontang yang kembali rusak meskipun baru diperbaiki tahun lalu. “Sudah diperbaiki tahun lalu tapi kembali rusak. Begitu terus, seperti siklus tanpa akhir, “ujarnya. Subandi mengaku, dirinya sudah mengecek langsung kondisi jalan saat kunjungan ke Kutai Timur. Hasilnya, banyak lubang kembali muncul di ruas yang sebelumnya diperbaiki.
“Hal ini justru menambah beban kerja dan anggaran jika tidak ditangani dengan perencanaan yang matang. Perbaikan sebelumnya hanya menggunakan aspal biasa yang tidak mampu menopang beban kendaraan berat, sehingga cepat rusak, ” ungkapnya. Subandi berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat lebih serius dalam menangani persoalan infrastruktur ini. “Kualitas jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi kebutuhan vital bagi penggerak ekonomi dan keselamatan masyarakat, ” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Dr. H Rudy Mas’ud (Harum) juga telah menyampaikan hal serupa usai melakukan kunjungan kerja ke wilayah utara Kalimantan Timur, termasuk jalur menuju Berau. Gubernur memilih jalur darat untuk melihat langsung kondisi jalan sepanjang 121 kilometer tersebut. Menurutnya, jalan rusak tidak hanya memperlambat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan, yang berimbas pada tidak efisiennya aktivitas ekonomi masyarakat. (Dar/Adv)





