habarbangsa.com (SAMARINDA) – Anggota DPRD Kaltim dari Dapil VI Husin Djufri mengatakan, sebagai anggota Komisi III dirinya juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau dalam berbagai forum DPRD. Ia pun mendorong agar dukungan pemerintah provinsi dalam hal terstruktur dan berkelanjutan, khususnya bagi wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
“Saya juga meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten dapat memperkuat sinergi dalam merancang dan melaksanakan program penanganan abrasi yang efektif dan berkelanjutan, ” ujarnya. Ia mengaku, bahwa pentingnya keterlibatan semua pihak agar upaya perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat berjalan selaras.
“Salah satunya persoalan abrasi yang terjadi di Tanjung Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, ” imbuhnya. Daerah ini lanjutnya, tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga sebagai sumber utama air bersih bagi warga sekitar.
“Untuk itu, saya juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur harus lebih aktif dan responsif dalam memberikan dukungan, terutama dalam bentuk pendanaan untuk program-program penanganan abrasi yang telah dirancang oleh pemerintah kabupaten Berau, ” ungkapnya. Sebab, di kawasan Tanjung Harapan, semua UMKM berkumpul di sana, dan sumber airnya juga ada di situ. Tapi abrasinya luar biasa.
“Saya perkirakan sudah hampir satu kilometer garis pantainya tergerus. Solusinya mungkin reklamasi yang benar, karena di situlah pusat kehidupan mereka,” sebutnya. Ia menambahkan, meski pemerintah provinsi sebelumnya telah menyalurkan beberapa program intervensi, namun kehadiran pemerintah daerah juga perlu dipercepat dan diperkuat, mengingat posisi strategis Maratua sebagai kawasan pariwisata yang juga terdiri dari empat kampung dengan potensi wisata bahari yang sangat menjanjikan.
“Saya berharap gubernur Kaltim segera menanggapi serius kondisi ini dengan memberikan dukungan maksimal, Masalah utama masyarakat masih seputar abrasi, transportasi, jaringan sinyal, dan BBM,” harapnya. Maka lanjutnya, perlunya langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir di Kepulauan Derawan, khususnya di Pulau Maratua dan Tanjung Harapan.
“Yang paling utama adalah membuat yang menjadi sasaran itu sesuai dengan yang sudah dicanangkan oleh kabupaten. Jadi kalau bisa, provinsi memberikan dukungan dana untuk penanganan abrasi, terutama pembangunan penahan ombak,” demikian. (Dar/Adv)





