habarbangsa.com (SAMARINDA) – Anggota Komisi IV DPRD provinsi Kaltim, Agusriansyah Ridwan mengakui, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Sangkulirang Seberang, Kabupaten Kutai Timur masih minim. Maka lanjutnya, dirinya meminta ketertinggalan infrastruktur ini tidak boleh dibiarkan menjadi luka kronis dalam peta pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Pembangunan tidak boleh hanya berhenti di wilayah-wilayah yang telah maju, sementara kawasan pinggiran terus menunggu giliran yang tak kunjung datang, ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya. Ia pun mendorong, pemerintah provinsi benar-benar hadir bukan hanya sebagai pengatur, tapi juga pelaksana yang adil. Jangan tunggu suara rakyat jadi jeritan. Pemerintah harus bertindak cepat dan nyata.
“di tengah kemajuan digital dan modernisasi perkotaan, masih ada daerah yang belum merasakan kebutuhan dasar seperti listrik dan jalan. Saya menilai keterisolasian ini sebagai bentuk ketimpangan sistemik dalam pemerataan pembangunan. Buruknya akses jalan di Sangkulirang Seberang, juga telah menghambat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat, ” tuturnya.
Politisi PKS ini mengungkapkan, bahwa janji-janji pembangunan yang pernah disampaikan saat masa kampanye gubernur hingga anggota legislatif pusat masih sebatas retorika. “Waktu Pak Gubernur mencalonkan diri, beliau menyatakan kawasan Sangkulirang Seberang akan jadi prioritas. Tapi sampai sekarang masyarakat masih hidup dalam keterbatasan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, saat ini memang sudah ada langkah awal seperti survei lokasi oleh Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kutai Timur bersama PLN dan perusahaan milik kabupaten (PMK), namun menurutnya itu belum cukup. Intervensi nyata dan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan Kementerian ESDM dianggap sangat mendesak.
“Saya sudah konfirmasi ke bagian SDA Kutim. Mereka sudah turun ke lapangan bersama PLN dan PMK. Tapi itu baru tahap awal. Pemerintah provinsi harus hadir lebih kuat, mendorong agar Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran prioritas untuk wilayah ini,” tandasnya. (Dar/Adv)





