habarbangsa.com (TENGGARONG) – Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar Salehuddin, S.Sos, S.Fil, M.AP mengatakan, generasi muda adalah masa depan bangsa. Memiliki wawasan kebangsaan yang kuat adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, wawasan kebangsaan akan membantu generasi muda mengetahui tentang sejarah dan budaya negara mereka, menghargai perbedaan, serta mengembangkan sikap nasionalisme.
“Wawasan Kebangsaan ini penting, karena memang tidak semua kita termasuk anak-anak kita generasi muda itu tidak memahami bagaimana perjuangan bangsa kita dan tokoh masyarakat dulu yang kemudian membangun kemerdekaan ini sehingga menjadi negara kita yang besar ini. Negara Indonesia adalah salah satu negara yang paling unik, memiliki luasan 17.000 lebih kepulauan kemudian ada sekitar 614 suku bangsabahasa dan ada sekitar 1.400 bahasa ini menjadi potensi luar biasa uniknya, ” tutur Salehuddin.
Tapi lanjut salehuddin, dilain pihak hal ini menjadi potensi kita. Kalau tidak dikelola dengan baik maka suku-suku yang ada di Indonesia bisa akan menjadi salah satu pemecah daripada kesatuan bangsa kita, makanya penting sekali wawasan kebangsaan ini kita ingatkan kembali.
“Kalau dulu tantangan para pejuang kita bagaimana merebut kemerdekaan, tapi sekarang kita sudah merdeka jadi bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang justru ini bebannya bukan hanya kepada kita saja tapi juga kepada anak cucu kita, karena sekarang era digitalisasi luar biasa, informasi hoax hampir setiap hari kita dapatkan, begitu juga ujaran kebencian luar biasa. Kemudian pornografi dan porno aksi luar biasa, dan itu tidak bisa kita tahan-tahan, karena ketika kita menghidupkan HP maka otomatis itu akan terkirim dan terbaca di HP kita, ” terangnya.
Ia menambahkan, kita punya bonus demografi yang luar biasa, usia produktif kita hampir 70 persen dari jumlah penduduk, dan ini menjadi salah satu potensi untuk kita bergerak untuk menjadi negara maju.
Diluar sana banyak kasus-kasus narkoba yang merusak generasi muda bangsa kita, ada digitalisasi yang kurang bagus, sehingga ini akan membuat kita saling berjarak, akhirnya membuat perbedaan akhirnya dibawakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab maka kita akan pecah.
“Untuk itu wawasan kebangsaan harus kita ingatkan kembali kepada masyarakat terutama generasi muda, ” pungkasnya. (Dar/Adv)





