habarbangsa.com (KOTA BANGUN) – Sebanyak 8 rumah penduduk di Jalan Awang Long Rt. 001 dan Rt 002 Desa Liang Kecamatan Kota Bangun Kukar hangus dilalap sijago merah, Senin (22/04/2024) sekitar pukul 09.30 wita.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Heri Rusyaman melalui Kapolsek Kota Bangun AKP Suyoko mengatakan, peristiwa kebakaran ini mengakibatkan 8 rumah warga hangus terbakar dan 9 rumah warga terdampak.
Ia menjelaskan, menurut keterangan warga Ibu Isti Komariyani (42) yang pada saat itu sedang dirumahnya mendengar suara ledakan dari dalam rumah Ibu Nur Hayani yang dalam keadaan kosong karena di tinggal mengajar di SDN 005 Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun.
“Setelah itu Ibu Isti Komariani yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Ibu Nur Hayani mendatangi suara ledakan dan melihat Kobaran Api di dalam rumah Ibu Isti Komariani di bagian dapur, ” ujarnya.
Mengetahui kejadian tersebut kemudian Ibu Isti Komariani berteriak minta tolong meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Karena angin kencang dan bahan rumah terbuat dari kayu sehingga api cepat merambat ke rumah di sebelahnya. Dan sekitar 10 menit Bantuan Pemadam Kebakaran Kota Bangun datang di Lokasi Kejadian dan memadamkan api bersama Unsur Terkait dan warga masyarakat. Sekitar 2 jam api dapat di kuasai dan pukul 11.30 wita, api dapat di padamkan, ” tuturnya.
Sebagai informasi bangunan rumah yang terbakar dan terdampak yakni di RT. 001 Desa Liang rumah terbakar sebanyak 5 rumah dengan jumlah KK 5 dan jumlah jiwa 15 kemudian rumah terdampak 4 rumah dengan jumlah KK 6 jumlah jiwa 11. Lalu di RT. 002 Desa Liang rumah terbakar 3 rumah dengan jumlah KK 3 dan jumlah jiwa 15 serta rumah terdampak 5 dengan jumlah KK 5, jumlah jiwa.
Korban/Pemilik rumah yang terbakar milik Sofi (50), Jaini (21), Solihin (53), Nur Hayani (44) dan Syahran Kandarani (50) alamat Desa Liang Rt. 001, kemudian Irfan Nur (49), Kustaniah (46) dan Eri Suparjan (54) alamat Desa Liang Rt. 002, Kecamatan Kota Bangun.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian ditaksir miliaran rupiah, ” tutupnya. (Dar)





