habarbangsa.com (TENGGARONG) – Penghujung Ramadhan 1445 H, seluruh anggota DPRD provinsi Kaltim kembali dijadwalkan melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) ke 4 mulai 3 sampai 5 April 2024, salah satunya anggota Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, S.Sos, S.Fil, M.AP.
Kali ini politisi Golkar tersebut melaksanakannya di hadapan puluhan masyarakat di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong Kukar, Kamis (04/04/2024).
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Narasumber Wakil Ketua NU Kabupaten Kukar Roji’in, juga dihadiri perwakilan ketua RT setempat, tokoh masyarakat dan pemuda.
Dalam kesempatan itu, Salehuddin mengaku bahwa kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini perlu dilaksanakan, karena ini juga buah pemikiran kami untuk bagaimana mewujudkan nilai-nilai kebangsaan kita, nasionalisme kita terkhusus sebenarnya di kalangan milenial yang sampai ini memang memudar atau dalam kata lain nasionalisme kita menurun.
“Kenapa ini terjadi, karena memang banyak hal dan salah satunya adalah arus globalisasi di mana teknologi yang luar biasa bahkan sekarang anak-anak kita sudah punya gadget, ada informasi apa segala macam dari sisi positif itu luar biasa teknologi itu, artinya memudahkan sekali dalam proses pekerjaan-pekerjaan keseharian kita, tapi di lain pihak teknologi juga punya efek negatif yang luar biasa termasuk kalau kita bicara konteks kenegaraan kebangsaan kita, ” ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa pengaruh-pengaruh luar itu sangat mudah masuk lewat teknologi, lewat gadget, lewat beberapa informasi media sosial, misalkan saja dalam konteks kenegaraan, isu-isu fanatisme yang berlebihan kemudian isu-isu ideologi negara yang baru misalnya, kemudian isu-isu kenegaraan itu sangat luar biasa di media sosial, sehingga ini juga memberikan informasi yang salah terhadap kalangan milenial kita.
“Kemudian beberapa isu-isu pornografi, pornoaksi kemudian ujaran-ujaran kebencian ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya-upaya luar, termasuk sebenarnya secara tidak langsung mempengaruhi lunturnya nilai-nilai kebangsaan kita. Karena bagaimanapun kita tidak bisa dipisahkan oleh gadget, sekarang tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan gadget itu diupayakan lebih baik, lebih banyak positifnya dibanding negatifnya ” tuturnya.
Ia berharap, semoga kegiatan ini sedikit banyak akan memberikan gambaran informasi terkait bagaimana kondisi kita sekarang, bagaimana kondisi kebangsaan kita sekarang dan bagaimana kondisi kehidupan sosial kita sekarang yang notabene dihadapkan dengan situasi yang sulit.
“Semoga apa yang sudah kita sosialisasikan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pancasila hingga UUD 45. Karena masyarakat inilah ujung tombak negara kita,” harapnya. (Dar/Adv)





