habarbangsa.com (MARANG KAYU) – Saat ini Indonesia sedang memasuki era revolusi industri 4.0., era di mana disrupsi teknologi digital semakin masif. Pada era ini, teknologi serta sistem digital seperti cloud computing, internet of things, dan artificial inteligent dimanfaatkan sebagai alat yang dapat membantu memudahkan aktivitas sehari-hari.
Pada era ini, masyarakat menginginkan segala pengurusan dapat dilakukan dengan cepat, efektif, serta efisien. Itulah sebabnya pelaksana pelayanan publik juga dituntut untuk dapat memberikan pelayanan prima. Maka Pemerintah Desa (Pemdes) Kersik, Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pelayanan publik berbasis digital melalui website.
Menurut Kepala Desa (Kades) Kersik, Jumadi, transformasi dan pengembangan pelayanan administrasi secara digital bertujuan memudahkan masyarakat.
“Alhamdulillah, dengan transformasi digital ini memudahkan pelayanan dan mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
la mengatakan, website yang dikembangkan sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia. Peran ini dinyatakannya penting dalam menunjang digitalisasi desa dengan melibatkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).
“Komunitas itu bertugas sebagai penggerak dan mengoordinasikan berjalannya digitalisasi desa. KIM juga bertugas mensosialisasikan transformasi digital desa yang bisa diakses di laman website Desa Kersik, dapat dilihat di website kersik.desa.id,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pelayanan ini mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat desa. Hanya saja, bagi masyarakat yang belum mengerti cara penggunannya masih bisa dilayani. secara manual.
“Jadi semua tingkatan masyarakat bisa terlayani. Jika warga menggunakan smartphone sistem android dan memahami penggunaan website dapat memenuhi kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor desa. Mereka bisa mengakses data dan bisa mencetak dokumen sendiri, ” tuturnya.
Ia mengaku, kedepannya pihaknya berencana ada penambahan lagi terkait beberapa item, di antaranya seperti pasar digital dan kontrol keamanan para pengunjung Pantai Biru Kersik.
“Hanya saja, perkembangan atau penambahan transformasi tersebut dilakukan secara bertahap. Salah satu yang ingin dilakukan yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ” tutupnya. (Dar/Adv)





