habarbangsa.com (SAMARINDA) – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Nidya Listiono, menanggapi mantan Direksi Perusda yang terjerat kasus korupsi.
Menurutnya, proses seleksi Direksi Perusda di Kaltim harus terbuka, akuntabel, dipilih orang yang memiliki kredibilitas, kapasitas dan yang penting integritas serta melibatkan DPRD Kaltim.
Tio sapaan akrabnya mengatakan, sebenarnya langkah-langkah preventif mitigasi selalu kita gaungkan dalam hal ini pemilik saham Perusda. Dan yang paling berat ini semua orang bisa tergoda, minimal seleksi Direksi Perusda harus sesuai SOP.
“Kalau ada yang terpeleset itu tergantung personal. Dan kedepan saya juga berharap DPRD Kaltim dilibatkan dalam proses seleksi. Supaya kedepan rekrutmen Direksi Perusda bisa konek dan ada second opinion, jadi sama-sama kita menyeleksi, ” ungkap politikus Golkar tersebut.
Tio juga menambahkan, bahwa hal lain diluar itu kembali ke integritas, dan mengukur integritas itu cukup sulit, tapi track record jejak digital itu bisa acuan bukan hanya saat fit and proper test saja.
Ia juga berharap, semoga kedepan Direksi Perusda yang ada sekarang menjaga kredibilitas, karena masyarakat kita terus memantau dan memonitor.
“Yang terpenting bisa bersih transparan dan menghasilkan. Karena kalau tidak menghasilkan juga jadi pertanyaan kedepannya, ” tandasnya. (Dar/Adv)





