habarbangsa.com (TENGGARONG) – Jika nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan ini terus berjalan, maka dipastikan negara kita akan selalu bersatu padu dalam membangun dan terhindar dari perpecahan.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi I DPRD provinsi Kaltim H. Salehuddin S.Sos, S.Fil, M.AP, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah yang dilakukan bersama oleh DPRD Dan Pemerintah Daerah ke 9, terkait Perda No. 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
Sosialisasi yang menghadirkan narasumber Wakil Ketua NU Kabupaten Kukar Rojiin dan dihadiri Lurah Loa Tebu Rahimudin, para Ketua RT, tokoh masyarakat, ibu-ibu dan pemuda ini berlangsung di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong Kukar, Senin (13/10/2025).
“Kenapa kami sampaikan perpecahan, karena ini juga masuk dari tujuan Perda ini, agar kita masyarakat Kutai Kartanegara sebagai miniatur bangsa Indonesia, beragam suku, beragam bahasa bahkan mungkin ada beberapa agama yang berbeda itu bisa guyup, bisa bersatu walaupun berbeda-beda suku, bahasa, agama. Tapi kita sebagai bangsa Indonesia bagaimana ini bisa terjadi dengan kita jalankan, ya salah satunya adalah bagaimana kita kembali mengingat kemudian merenung kembali, menghayati sekaligus juga mengamalkan berbagai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia mengaku, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita mengingatkan kembali kepada keluarga kita, masyarakat kita sendiri terkait dengan pentingnya untuk mengamalkan kembali nilai sila-sila Pancasila.
“Jadi kami diminta oleh pimpinan DPRD Kaltim untuk mensosialisasikan peraturan daerah yang sudah dibahas dan disetujui oleh DPRD maupun pemerintah provinsi, salah satunya pada kesempatan ini adalah Perda nomor 9 tahun 2003 tentang penyelenggaran pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan,” tuturnya.
Adapun sasaran yang ingin dicapai mencakup penguatan karakter masyarakat Kaltim yang berintegritas, bermoral, dan bertanggung jawab; pembinaan kerukunan dan toleransi dalam masyarakat majemuk, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah dan nasional; serta peningkatan Indeks Demokrasi di Kaltim.
“Saya berharap, sosialisasi ini dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat karakter bangsa, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat, ” tutupnya. (Dar/Adv)





