habarbangsa.com (TENGGARONG) – Anggota DPRD provinsi Kaltim dari Dapil IV Kutai Kartanegara Guntur mengusulkan, makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa, Desa Jembayan, jadi destinasi wisata religi. Namun, Guntur juga berharap akses memuji makam tersebut selain menggunakan jalur darat bisa juga melalui jalur sungai Jembayan yang jaraknya lebih dekat. “Makam ini sebenarnya perlu ditingkatkan dalam objek wisata religi di Desa Jembayan. Kalau saya berharap untuk menuju ke makam ini sebenarnya lebih dekat lewat sungai daripada lewat jalan darat, kalau saya cenderung bagaimana fasilitasi mungkin yang di kelola tokoh masyarakat dan pihak adat setempat bagaimana bisa membuat kapal untuk mengangkut wisatawan kesana, ” ungkapnya.
Politisi PDIP ini juga berharap, hal ini bisa difasilitasi juga oleh Dinas Pariwisata Kabupaten, mungkin pembuatan pelabuhan, kemudian untuk pemerintah Desa Jembayan juga bisa memfasilitasi bagaimana tempat parkirnya. “Ini juga bisa jadi pemasukan untuk PADes, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena masyarakat pastinya ikut dilibatkan, ” imbuhnya. Sebagai informasi, Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Aksesibilitas untuk sampai ke lokasi datap ditempuh melalui dua jalur. Pertama jalaur darat dengan menggunakan roda dua melewati jalan cor beton yang dilanjutkan dengan jalan setapak selama 15 menit. Jalur kedua melalui sungai menggunakan perahu/ketinting selama 10 menit menuju tepi sungai tempat kompleks pemakaman Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa
Selain makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa terdapat pula beberapa makam tua yang arah hadapnya tidak beraturan. Keberadaan dari makam tua tersebut diyakini memiliki hubungan dengan kerajaan Kutai Kartanegara. Kesadaran pemerintah Daerah dan Masyarakat disekitar situs dapat memberi dampak baik kedepannya untuk kelangsungan situ dari segi keterawatan dan dapat memberi imbas bagi ekonomi masyarakat. Karena kepedulian juga dapat berdampak buruk contohnya, jika terjadi perubahan dan penggantian baik bahan, bentuk keaslian dari suatu situs akan berdampak pada pengurangan nilai penting baik dari estetika, ilmu pengetahun dan kebudayaan. (Dar/Adv)





