• Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
  • Di Senoni, Salehuddin Sampaikan Tata Ruang Berkelanjutan Untuk…
  • Gelar Sosper Nomor 9 Tahun 2023, Ini Harapan…
  • Anggota DPRD Kaltim Gelar PDD Ke 3 Di…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
Juni 2026
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 
« Mei    

Ananda : Pemerintah Semestinya Menjadikan Kritik Sebagai Alat Evaluasi Kinerja

admin - Advertorial - 15/06/2025
admin
0 Comments

habarbangsa.com (SAMARINDA) – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis mengatakan, bahwa dalam demokrasi, kritik adalah bagian dari mekanisme koreksi yang sah. Menurutnya, pemerintah semestinya menjadikan kritik sebagai alat evaluasi kinerja, bukan alasan untuk merespons dengan defensif. Untuk itu lanjut politisi PDIP ini, pentingnya sikap terbuka pemerintah terhadap kritik publik yang disampaikan, termasuk melalui media sosial. “Saya meminta agar fenomena buzzer, akun-akun anonim yang menyerang balik pengkritik kebijakan, tidak dijadikan alat untuk membungkam aspirasi warga, ” ujarnya.

Ananda juga membedakan antara kritik organik dari masyarakat dengan operasi buzzer yang terkoordinasi. “Saya tidak mempermasalahkan apabila kritik datang dari masyarakat secara natural, karena itu adalah bentuk partisipasi warga negara. Selama buzzernya itu organik, artinya memang masyarakat yang memberi kritik atau saran, itu wajar dan harus diterima. Tapi kalau yang katanya buzzer itu dibuat-buat, itu malah merusak komunikasi publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa iklim komunikasi yang sehat dan terbuka justru akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah. Jika kritik dibungkam atau diserang balik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan akan terkikis. “Saat ini persepsi publik, termasuk yang disuarakan di ruang digital, merupakan indikator penting dalam mengukur dampak kebijakan di lapangan. Kalau semua yang mengkritik dianggap oposisi, dianggap mengganggu, lalu diserang pakai akun-akun bayaran, ya bagaimana rakyat mau percaya? Pemerintah harus terima kritik, ” tutupnya. (Dar/Adv)

Terkait

TAGS: #Ananda Emira Moeis#Wakil Ketua Dprd Provinsi
PREVIOUS
Firnadi Harap Wacana Pabrik Sampah Dibangun di Semua Kabupaten/Kota Segera Ditindak lanjuti
NEXT
Sigit Wibowo Tanggapi Insiden Kebakaran Yang Terjadi Di Lantai 3 Bigmall Samarinda
Related Post
01/11/2023
Rapat Paripurna ke 39, DPRD Kaltim Agendakan Pelantikan PAW Dua Anggota DPRD Kaltim
18/06/2025
Yenni Eviliana Harap Pelaksanaan Porprov Kaltim 2025 Di Kabupaten Paser Berjalan Lancar
31/10/2023
Sigit Wibowo Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Kaltim
26/10/2024
Harapan Salehuddin Di Hari Santri Nasional 2024
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved