• Kapolres Kukar Pimpin Apel HUT Bhayangkara ke 80 
  • Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Efektivitas Pengawasan Publik Dan…
  • Polres Kukar Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, 8-21…
  • Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
September 2026
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

Ananda : Pemerintah Semestinya Menjadikan Kritik Sebagai Alat Evaluasi Kinerja

admin - Advertorial - 15/06/2025
admin
0 Comments

habarbangsa.com (SAMARINDA) – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis mengatakan, bahwa dalam demokrasi, kritik adalah bagian dari mekanisme koreksi yang sah. Menurutnya, pemerintah semestinya menjadikan kritik sebagai alat evaluasi kinerja, bukan alasan untuk merespons dengan defensif. Untuk itu lanjut politisi PDIP ini, pentingnya sikap terbuka pemerintah terhadap kritik publik yang disampaikan, termasuk melalui media sosial. “Saya meminta agar fenomena buzzer, akun-akun anonim yang menyerang balik pengkritik kebijakan, tidak dijadikan alat untuk membungkam aspirasi warga, ” ujarnya.

Ananda juga membedakan antara kritik organik dari masyarakat dengan operasi buzzer yang terkoordinasi. “Saya tidak mempermasalahkan apabila kritik datang dari masyarakat secara natural, karena itu adalah bentuk partisipasi warga negara. Selama buzzernya itu organik, artinya memang masyarakat yang memberi kritik atau saran, itu wajar dan harus diterima. Tapi kalau yang katanya buzzer itu dibuat-buat, itu malah merusak komunikasi publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa iklim komunikasi yang sehat dan terbuka justru akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah. Jika kritik dibungkam atau diserang balik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan akan terkikis. “Saat ini persepsi publik, termasuk yang disuarakan di ruang digital, merupakan indikator penting dalam mengukur dampak kebijakan di lapangan. Kalau semua yang mengkritik dianggap oposisi, dianggap mengganggu, lalu diserang pakai akun-akun bayaran, ya bagaimana rakyat mau percaya? Pemerintah harus terima kritik, ” tutupnya. (Dar/Adv)

Terkait

TAGS: #Ananda Emira Moeis#Wakil Ketua Dprd Provinsi
PREVIOUS
Firnadi Harap Wacana Pabrik Sampah Dibangun di Semua Kabupaten/Kota Segera Ditindak lanjuti
NEXT
Sigit Wibowo Tanggapi Insiden Kebakaran Yang Terjadi Di Lantai 3 Bigmall Samarinda
Related Post
14/03/2023
Sidak Ke PPU, Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim Temukan Dua Jetty Batu Bara Diduga Ilegal
20/10/2023
Hadiri Rakor Forkopimda Kukar Terkait Pelaksanaan Pemilu 2024, Ini Harapan Bupati Kukar
25/10/2023
Bahas Program Pembangunan, Ketua DPRD Kaltim Akan Gelar Pertemuan Rutin Dengan Pj Gubernur Dan Forkopimda Kaltim
25/02/2024
Dispar Kukar Bersama Adwindo Berencana Studi Tiru Ke Labuan Bajo
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved