habarbangsa.com (BALIKPAPAN) – Legislator DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Darlis Pattalongi bersama Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H. Baba turut menghadiri peresmian Gedung Laboratorium Terpadu 2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Sabtu (21/6/2025) lalu.
Peresmian Laboratorium Terpadu 2 ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wamendikti Saintek. Acara dilanjutkan dengan peninjauan seluruh fasilitas laboratorium yang akan difungsikan sebagai pusat riset dan pengembangan ilmiah di ITK Balikpapan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Fauzan. Kehadiran Wamendikti Saintek menjadi bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat dalam mendorong penguatan pendidikan di Kaltim.
Darlis Pattalongi menekankan, pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan masa depan Indonesia. Ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk berkomitmen menyekolahkan anak-anak mereka setidaknya hingga jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Generasi yang akan mewujudkan Indonesia Emas adalah generasi muda, khususnya yang saat ini tengah menempuh pendidikan. Untuk itu, mari kita bersama-sama, khususnya para orang tua, berupaya agar anak-anak bisa bersekolah. Kalau tidak mampu sampai kuliah, sekolahkan mereka sampai SMK agar mereka mendapat bekal ilmu dan peluang kerja,” ungkapnya..
Sementara lanjutnya kunjungan Wamendikti ke Kaltim adalah sebuah kehormatan sekaligus dorongan konkret bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah. “Mereka berperan dalam menyusun kebijakan, melakukan koordinasi, dan memberikan bimbingan teknis kepada pemerintah daerah terkait pengembangan pendidikan yang berkualitas, khususnya di Kaltim,” ujarnya. Ia berharap, dengan adanya laboratorium tersebut, ITK semakin siap menghadapi tantangan zaman.
“Ini merupakan langkah maju bagi kualitas pendidikan di Kaltim. Literasi pendidikan sangat penting. Kita lihat daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung maju karena literasi. Negara seperti Singapura pun mampu menciptakan teknologi pengelolaan air, manajemen limbah, dan lainnya karena masyarakatnya belajar,” pungkasnya. (Dar/Adv)





