habarbangsa.com (TENGGARONG) – Pemprov Kaltim memberikan kebijakan gratis karcis masuk untuk tempat wisata milik Pemprov selama tiga bulan kedepan, salah satunya Museum Mulawarman yang berada di Kota Tenggarong Kabupaten Kukar.
Selain Museum Mulawarman yang lokasinya di Kukar, banyak destinasi wisata Kukar yang dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar meskipun masih berbayar karcis masuk, tapi tetap menjadi primadona kunjungan wisatawan luar Kukar.
Dari data Dispar Kaltim, objek wisata yang dikelola Dispar Kukar tetap ramai pengunjung, meskipun masih berbayar karcis masuk, beberapa obyek wisata yang dikelola Dispar Kukar tetap ramai pengunjung, seperti Pantai Tanah Merah Samboja dengan 18.210 pengunjung, dan Pulau Kumala dengan 3.791 pengunjung.
“Tetap meningkat, tidak libur lebaran pun destinasi wisata yang dikelola Dispar Kukar juga ramai seperti di akhir pekan dan hari libur lainnya” ungkap Plt Kadispar Kukar Arianto.
Arianto mengatakan, tingginya angka kunjungan ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata Kukar terus berkembang dan diminati.
“Hal ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, khususnya dalam mendorong perekonomian masyarakat, ” ucapnya.
Untuk itu lanjutnya, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pengelolaan destinasi wisata, baik dari segi fasilitas, aksesibilitas, maupun promosi.
“Semoga kunjungan wisatawan ke Kukar tidak hanya tinggi saat momen liburan besar, tetapi juga bisa merata sepanjang tahun,” harapnya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian serius Pemkab Kukar agar bisa maju dan berkembang. Tidak hanya memberikan dukungan terhadap sarana prasana kepariwisataan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola kepariwisataan juga tak luput jadi perhatian pemerintah melalui Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.
Kabupaten Kutai Kartanegara cukup luas, dan menyimpan banyak potensi kepariwisataan, termasuk didalamnya adalah potensi wisata alam yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Untuk pengembangan pariwisata alam perlu adanya dukungan masyarakat sekitar, sehingga pengembangannya bisa lebih cepat dan jalan sesuai harapan.
”Kedepan kami akan terus berusaha agar potensi potensi kepariwisataan di Kukar bisa terkelola dengan baik, ” tutup Arianto. (Dar/Adv)





