• Kapolres Kukar Pimpin Apel HUT Bhayangkara ke 80 
  • Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Efektivitas Pengawasan Publik Dan…
  • Polres Kukar Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, 8-21…
  • Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
Oktober 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jul    

Sultan Kutai Duduk di Belakang, Ketua RKM Kukar Sesalkan Protokol Kepresidenan Saat Kunjungan Presiden Prabowo

admin - HabarKaltim - 12/01/2026
admin
0 Comments

habarbangsa.com (BALIKPAPAN) – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia H. Adji M Arifin turut menghadiri kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

 

Namun, di acara tersebut, yang mulia Sultan tidak ditempatkan di jajaran tamu kehormatan terdepan dalam acara penyambutan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

 

Hal ini mendapat sorotan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) organisasi masyarakat Remaong Kutai Menamang (RKM) Kutai Kartanegara (Kukar), Moch Saddam Jordi, yang menyayangkan perlakuan dari Protokol Kepresidenan Saat Kunjungan Presiden Prabowo tersebut.

 

Menurut Jordi, penempatan Sultan Kutai di barisan belakang dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap kedudukan dan nilai historis Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai kerajaan tertua di Nusantara.

 

“Ini sangat disayangkan. Sultan Kutai Kartanegara adalah simbol adat, sejarah, dan kehormatan masyarakat Kutai. Sudah seharusnya beliau berada di posisi paling terhormat,” ujar Jordi, Senin (12/1/2026).

 

Kekecewaan tersebut semakin terasa ketika Presiden Prabowo Subianto secara langsung menegur dan menyapa satu per satu pejabat daerah yang hadir. Presiden memulai dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, hingga tiba pada giliran Sultan Kutai Kartanegara.

 

“Presiden sendiri terlihat terkejut saat mengetahui Sultan Kutai duduk di barisan belakang. Ini menjadi bukti bahwa secara etika dan protokoler, penempatan tersebut memang tidak pantas,” kata Jordi.

 

Ia menilai kejadian ini menunjukkan lemahnya sensitivitas protokoler terhadap tokoh adat dan budaya lokal.

 

Jordi pun meminta agar ke depan pihak protokoler dalam tingkatan pemerintahan lebih menghormati nilai-nilai kearifan lokal, terutama dalam agenda kenegaraan yang melibatkan pemimpin adat.

 

“Ini bukan sekadar soal tempat duduk, tetapi soal penghormatan terhadap martabat adat dan sejarah daerah,” tutupnya. (Dar)

Terkait

TAGS: #Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
PREVIOUS
Awal Tahun, Salehuddin Gelar Sosialisasi Perda No 9/2023 Di Mangkurawang
NEXT
Salehuddin Dorong Partisipasi Publik Dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Yang Demokrasi
Related Post
08/01/2023
Kaltim Angkat 1.417 Orang PPPK
03/10/2023
Bupati Kukar Lantik 16 Pejabat Administrator Dan Pengawas
18/01/2023
Perubahan Perda No 9/2016 Menunggu Persetujuan Kemendagri
09/02/2026
Peringati HPN 2026, SMSI Kukar Gelar Diskusi Publik
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved