habarbangsa.com (SAMARINDA) – Sektor pertanian di Kaltim perlu dikelola dari hulu ke hilir secara terpadu. Tidak cukup hanya memproduksi, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana hasil tani dapat disimpan dan dipasarkan secara efisien, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal ini diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kaltim Muhammad Samsun belum lama ini. Politisi PDIP ini, juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antara sektor produksi dan pemasaran.
“Hal ini mencakup pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian, peningkatan konektivitas antarwilayah pertanian, serta perluasan akses pasar melalui digitalisasi, ” ungkapnya. Selain itu, ia juga memastikan, bahwa keberhasilan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan bantuan jangka pendek, melainkan memerlukan dukungan sistemik yang memungkinkan petani tetap produktif secara mandiri dalam jangka panjang.
“Dengan sarana infrastruktur yang layak, para petani dapat beroperasi lebih efisien tanpa ketergantungan penuh pada bantuan pemerintah. Hal ini akan menciptakan petani yang lebih berdaya dan mandiri,” tuturnya. Ia menambahkan, kemandirian petani bukan berarti mengurangi peran negara, melainkan menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu tantangan besar yang menurutnya kerap dihadapi petani adalah persoalan distribusi hasil panen. “Permasalahan sering kali bukan pada proses produksi, tetapi pada hambatan distribusi. Akses jalan yang buruk dari lahan ke pasar dapat menurunkan kualitas hasil tani serta meningkatkan biaya produksi,” tandasnya. (Dar/Adv)





