habarbangsa.com (SAMARINDA) – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel mengatakan, saat ini Kabupaten Mahulu diketahui baru memiliki empat SMA Negeri. Untuk SMK yang akan dibangun nantinya masih dalam tahap pembahasan. Politisi Gerindra ini menegaskan, bahwa penentuan jurusan harus mempertimbangkan potensi lokal dan kebutuhan tenaga kerja di wilayah perbatasan tersebut. Sementara untuk Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Ekti menyebut kapasitas sekolah menengah sudah relatif mencukupi. Meski begitu, ia tetap mendorong pengembangan pendidikan, salah satunya dengan rencana pembangunan sekolah unggulan di wilayah itu.
“Sudah dibahas juga bersama Kepala Bidang SMK. Jadi untuk Kubar, kita dorong pengembangan model sekolah unggulan,” ujarnya. Ekti memastikan, penguatan pendidikan di wilayah hulu merupakan bagian dari visi-misi Gubernur Kaltim dalam memajukan sektor pendidikan secara merata di seluruh daerah, termasuk kawasan tertinggal dan perbatasan. “Ini sejalan dengan visi Gubernur untuk memperkuat pendidikan di seluruh wilayah Kaltim, tidak terkecuali daerah hulu. Kita ingin masa depan generasi muda di Mahulu juga terjamin,” tuturnya.
Ia menambahkan, minimnya fasilitas pendidikan di Kabupaten Mahulu, Ia menyebutkan bahwa daerah yang berada di wilayah perbatasan ini masih menghadapi tantangan besar, khususnya terkait infrastruktur dasar pendidikan. “Saat ini kami telah melakukan komunikasi intensif dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kutai Barat–Mahulu (Kubar-Mahulu) untuk merespons kondisi tersebut. Salah satu upaya yang didorong adalah pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru di Mahulu, ” demikian. (Dar/Adv)




