habarbangsa.com (SAMARINDA) – Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, menyoroti rendahnya kontribusi perusahaan dalam program tanggung jawab sosial atau CSR. Khususnya untuk pendidikan dan lingkungan di wilayah provinsi Kalimantan Timur. Politisi PAN ini juga menyoroti masalah lingkungan seperti banjir, sungai tersumbat, dan reklamasi yang belum tuntas. Lokasi instalasi pengolahan limbah (WTP) milik tambang yang dekat sungai juga jadi perhatian karena berpotensi mencemari lingkungan.
“Perusahaan jangan hanya cari untung. Mereka harus hadir sebagai mitra masyarakat,” katanya. Darlis mengaku, pentingnya CSR diarahkan ke program yang tidak tumpang tindih dengan pemerintah, seperti bantuan biaya hidup mahasiswa. “Saya juga mendesak perusahaan aktif meningkatkan keterampilan warga agar tenaga kerja lokal bisa terserap, ” imbuhnya. Ia menambahkan, DPRD Kaltim juga berencana melakukan inspeksi langsung ke lapangan untuk memastikan komitmen perusahaan. “Kami kecewa karena anggaran CSR untuk beasiswa masih sangat minim, padahal perusahaan itu sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, serta CSR dibidang lingkungan, ” tutup Darlis. (Dar/Adv)





