habarbangsa.com (TENGGARONG) – Jelang Pemilu 2024, Polres Kukar Gelar Upacara Serpas Petugas Pengamanan TPS, di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, Senin (12/2/2024).
Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Heri Rusyaman, dihadiri Bupati Kukar Edi Damansyah, Dandim 0906 Kukar Letkol Inf. Jeffry Satria, Kepala Kesbangpol Kukar
M Rinda Desianti, Ketua KPU Kukar Purnomo, Ketua Bawaslu Kuka Teguh Wibowo serta undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman mengatakan, sebagaimana kita pahami bersama bahwa dalam negara Demokrasi atau Negara yang berdasarkan kedaulatan rakyat, Pemilu merupakan salah satu sendi tegaknya politik demokrasi di Indonesia tidak lain untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi yaitu mengikutsertakan rakyat dalam kehidupan demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Momen Poltik merupakan momen penting dimana kita akan menyelenggarakan demokrasi terbesar dan secara serentak dimana akan melakukan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota dan di tahun yang sama kita juga akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
“Terkait apel pergeseran Pam TPS sudah kita laksanakan khususnya di wilayah Polres Kukar, untuk mengamankan 260 TPS dengan personil secara gabungan kurang lebih 1.628 TPS dan untuk yang sisanya untuk pengamanan di objek yang akan kita bagi ke tiga Rayon. Satu rayon di Tenggarong, rayon dua ada di Samboja dan rayon tiga ada di Kota Bangun, ” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, untuk pola pengamanan khususnya di wilayah Kukar kita ada dua Pam yang sangat rawan, tapi hanya dinilai dari beberapa kareteristik daerah saja. Tetapi yang lainnya tidak rawan dan rawan hanya sedikit.
“Mudah-mudahan kita berharap kepada masyarakat, himbauan dari kami untuk ikut berpartisipasi memberikan suaranya untuk memilih calon pemimpin negara kita. Yang kedua tetap menjaga keamanan, kondusifitas sehingga pemilihan berjalan lancar. Tentu aman itu harganya mahal, Polri tidak bisa sendiri tetapi kita harus bersinergi terutama dengan masyarakat, ” tuturnya.
Ia mengaku, ada beberapa kemungkinan gangguan tersebut antara lain adanya protes dari masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap. Adanya pihak pihak yang ingin menggagalkan Proses Pemilu. Logistik Pemilu surat suara hilang rusak atau tenggelam. Terjadinya rusuh atau bentrok antar masa pendukung pasangan calon yang berujung konflik sosial. Money politic, black campaign dan selebaran gelap. Provokasi, sabotase, teror dan intimidasi dan Penolakan tanda tangan saksi bdan perusakan TPS.
“Melalui kegiatan Apel pergeseran pasukan ini saya memberikan penekanan agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Kenali wilayah tugas dan laksanakan tanggung jawab sebaik baiknya. Pegang teguh komitmen netralitas. Lakukan koordinasi dan kerjasama dengan TNI, linmas dan tokoh masyarakat serta dengan unsur penyelenggara pemilu. Bangun sinergitas, komunikasi, kolaborasi bersama tiga pilar. Dan berikan pemahaman kepada masyarakat agar tersimpan dalam pemikiran bahwa rasa aman adalah kunci roda kehidupan, saya berharap, masyarakat, siapapun yang menang tetap menjaga keamanan dan ketertiban, ” pungkasnya. (Dar)





