habarbangsa.com (TENGGARONG) – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Slamet Hadiraharjo mewakili Bupati Kukar resmi membuka Festival Topeng Nusantara (FTN) 2013, di Taman Kota Raja Tenggarong, Kamis (9/11/2023) malam.
Perlu diketahui, kegiatan ini merupakan Festival Topeng Nusantara pertama di Kutai Kartanegara. Direncanakan Festival ini menjadi agenda setiap tahunnya. Festival Topeng Nusantara 2023 berlangsung dari tanggal 9 – 11 November 2023 setiap malamnya, dengan menampilkan delegasi dari beberapa penari topeng yang ada di berbagai daerah di Indonesia termasuk Kutai Kartanegara.
Slamet Hadiraharjo membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah berharap, melalui festival ini wawasan masyarakat mengenai seni topeng tradisional semakin kaya, selain menghibur juga untuk menimbulkan rasa tertarik untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya topeng tradisional kalimantan khususnya kutai dan dayak.
“Festival Topeng adalah Event yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dimana event ini terinspirasi dari Event International Mask Festival (IMF) yang telah dilaksanakan di Kota Solo sejak tahun 2014, dimana festival tersebut menampilkan karya topeng dalam bentuk seni pertunjukan baik itu tari topeng, workshop pembuatan topeng, penjualan kriya topeng, dan pameran topeng, ” terangnya.
Ia mengatakan, adanya FTN 2023 ini tentunya diharapkan dapat melestarikan keberadaan Tari Topeng Kutai, hingga memperkuat keberagaman seni dan budaya di Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Gelaran yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar ini akan berlangsung dari tanggal 9 – 11 November mendatang.
“Kegiatan yang berpusat di Taman Kota Raja Tenggarong ini mengusung tema “Mystical Mask of Nusantara”. Acara pembukaan ditutup dengan penampilan dari SIPA Solo yang juga merupakan bagian dari acara ini. Festival ini tidak hanya menghadirkan penari dari Kukar tetapi juga luar daerah. Adapun tiga delegasi SIPA Community yang hadir yakni SIPA dan Semarak Candrakirana Art Center dari Solo, Jawa Tengah, Sanggar Panji Asmara dari Cirebon, Jawa Barat dan Sanggar Langen Budi Setyo Utomo dari Ponorogo, Jawa Timur, ” tuturnya
Selain itu, Slamet juga berharap, dengan adanya pagelaran Festival Topeng Nusantara selama kurang lebih 3 hari itu, semoga nantinya dapat memberikan imbas kepada siapapun, khususnya kepada pelaku UMKM.
“Semoga setiap event yang kita laksanakan berdampak juga terhadap pelaku UMKM, khususnya untuk peningkatan ekonomi mereka,” tandasnya. (Dar/Adv)





