habarbangsa.com (TENGGARONG) – Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan, Pemkab Kukar sangat serius menangani masalah stunting, bahkan tahun depan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 358 Miliar.
Menurut Rendi, anggaran tersebut khusus untuk menurunkan angka kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting.
“Ini sejarah. Sehingga, tidak ada alasan lagi bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara tidak bisa menurunkan angka stunting, ” tegasnya.
Ia mengatakan, penangan stunting atau masalah kekurangan gizi terhadap anak-anak di Kabupaten Kutai Kartanegara sebenarnya telah berjalan maksimal.
“Berdasarkan catatan pemerintah daerah, kasus stunting pada tahun 2022 turun 14 persen. Tahun ini, angkanya diharapkan turun lagi 1,09 persen. Pemkab Kukar menargetkan, Kukar bebas stunting pada 2024 mendatang, ” tuturnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil mengatasi stunting berkat kerja keras lintas sektor, mulai dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pertanian Kukar. (Dar/Adv)




