• Anggota DPRD Kaltim Gelar PDD Ke 3 Di…
  • Salehuddin Gelar Besempekat Bersama Masyarakat Timbau
  • Salehuddin Kembali Sampaikan Perda Nomor 2 Tahun 2022,…
  • Tempat Wisata di Tenggarong Banjir Pengunjung Selama Libur…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
April 2026
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Mar    

PT. Pertamina Hulu Indonesia Jalankan Strategi Borderless Dalam Pengelolaan Wilayah Kerja Yang Beririsan di Kalimantan

admin - Nasional - 21/03/2023
admin
0 Comments

habarbangsa.com (JAKARTA) – Untuk memaksimalkan potensi minyak dan gas bumi (migas), PT. Pertamina Hulu Indonesia menjalankan strategi borderless dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) yang beririsan atau tumpang tindih di Kalimantan. Kali ini, salah satu anak perusahaan PHI, yaitu PT. Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT. Pertamina EP (PEP) berbentuk Joint Operation Agreement (JOA) Borderless Phase 1 (17/03/23).

Bertempat di Bogor, penandatanganan JOA Borderless Phase 1 ini diperuntukkan untuk WK yang beririsan (borderless depth right), yaitu WK Sanga Sanga dan WK Pertamina EP di wilayah Kalimantan Timur. Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Ekplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Chalid Said Salim, serta perwakilan dari PHSS dan PEP.

Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim menjelaskan bahwa strategi borderless dalam pengelolaan wilayah kerja yang beririsan ini merupakan langkah penting Perusahaan dalam mendukung pencapaian target produksi minyak nasional 1 Juta BOPD dan gas 12 BSCFD tahun 2030.

“Sejak transformasi Subholding Upstream Pertamina pada April 2021 lalu, kedua WK tersebut berada di bawah pengelolaan Regional 3 Kalimantan Zona 9. Oleh karena itu, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di kedua WK tersebut untuk menghasilkan migas yang penting bagi pembangunan Indonesia,” ujar Chalid.

Menurut Chalid, sinergi yang dilakukan mencakup pada aktivitas pengeboran, well intervention, fasilitas produksi, operasional produksi, pengadaan barang dan jasa, perijinan, finance & komersialitas dan kegiatan pasca operasi”, ujar Chalid.

Tahun ini, lanjut Chalid, Regional 3 Kalimantan Zona 9 akan melakukan pengeboran 5 sumur yang berada di wilayah kerja yang beririsan tersebut. Dua Sumur berada di wilayah North Kutai Lama (WK PEP) dan Lampake (WK PHSS), serta 3 sumur di wilayah Samberah PEP dan PHSS.

Deputi Ekplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara menyampaikan JOA Wilayah Kerja Tumpang Tindih antara PHSS dan PEP adalah terobosan yang sangat baik. “SKK Migas menghargai inisiatif dari KKKS sebagai bentuk sinergi yang menguntungkan kedua pihak dalam rangka optimalisasi wilayah kerja yang tumpang tindih. SKK Migas mendorong dan mendukung sepenuhnya JOA tersebut karena akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan wilayah kerja yang tumpang tindih,” ujar Benny.

Sementara itu, Wahju Wibowo menambahkan harapannya agar sinergi pengelolaan wilayah kerja tumpang tindih antara PEP dan PHSS tidak hanya dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi, tetapi juga peluang meningkatnya produksi migas di kedua KKKS. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja industri hulu migas.

Secara keseluruhan, total rencana pengeboran yang disinergikan dalam JOA Borderless Phase 1 ini sejumlah 20 Sumur pengembangan, 1 sumur pengembangan dan eksplorasi, serta 59 workover yang dioperatori oleh PHSS.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Zona 9 Andre Wijanarko menyampaikan bahwa sinergi ini dapat memberikan nilai tambah dalam hal peningkatan produksi dan cadangan, efisiensi biaya, optimalisasi fasilitas eksisting, monetisasi gas PEP, percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan, efisiensi pengadaan barang dan jasa dan hal lainya.

“Kerja sama sinergi antara PEP dan PHSS dapat menjadi benchmark bagi pengeloalan wilayah kerja lainnya dengan kondisi yang serupa di Indonesia sehingga potensi migas yang ada dapat terbuka untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional”, tutupnya. (Dar)

Terkait

TAGS: #Headline#Pertamina#Strategi Borderless
PREVIOUS
Ketua DPRD Kaltim Hadiri Musrenbang RKPD Balikpapan
NEXT
Persetujuan Ranperda Menjadi Perda RTRW DPRD Kaltim Ditunda, Ini Alasannya
Related Post
03/10/2023
Lepas Tim Shorinji Kempo Kukar Ke Kejuaraan Dunia Di Jepang, Ini Harapan Sekda Sunggono
13/09/2023
Konsorsium PHM, Elnusa, dan PTGI Dukung Peningkatan Kinerja Keselamatan, Pelayanan, dan Efisiensi Kontrak Mud Logging Service di Wilayah Kerja
22/01/2024
338 Anggota PTPS Pemilu 2024 Resmi Dilantik
07/11/2023
Disnakertrans Kaltim Gelar Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas Tahun 2023
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved