• Kapolres Kukar Pimpin Apel HUT Bhayangkara ke 80 
  • Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Efektivitas Pengawasan Publik Dan…
  • Polres Kukar Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, 8-21…
  • Iduladha Tahun Ini, Lapas Tenggarong Dapat Bantuan Sejumlah…
habarbangsa
  • Home
  • Nasional
  • HabarKaltim
  • Politik
  • Bisnis
  • Olahraga
  • OdahEtam
  • Ragam
  • Advertorial
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DINAS PARIWISATA KUKAR
    • DISNAKERTRANS KALTIM
    • DISKOMINFO KUKAR
  • Opini
☰
habarbangsa
Kategori
Kalender
Juli 2026
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« Jun    

Wakil Bupati Kukar Hadiri Rakor Penanganan Stunting Pemprov Kaltim 

admin - HabarKaltim - 18/11/2025
admin
0 Comments

habarbangsa.com (SAMARINDA) – Wakil Bupati (Wabup) Kutai kartanegara Rendi Solihin menghadiri agenda rapat koordinasi (Rakor) membahas agenda percepatan penurunan stunting di Kaltim, di gedung Serba Guna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur kaltim, Selasa (18/11/2025).

 

Menurut Rendi, penanganan stunting harus memprioritaskan pada daya tepat sasaran dalam penerapannya. Di Kukar sendiri, angka stunting menurun drastis di tahu 2025 dibanding tahun sebelumnya (2023). Berdasarkan data tahun 2024, diperkirakan stunting di Kukar menyentuh angka 14 persen, dibanding tahun 2023 yang menyentuh angka 27,1 persen.

 

Terkait dengan penggelontoran anggaran, Rendi sendiri menyatakan, tidak ada masalah terkait berapapun anggaran yang digelontorkan. Namun, dirinya menegaskan, bahwa penangan harus tepat sasaran.

 

“Berapa pun yang digelontorkan untuk stunting di Kukar nantinya, mau besar atau kecil, yang penting itu harus tepat sasaran. Kalau anggarannya besar tapi tidak tepat sasaran ya tidak akan cukup berapa pun anggarannya,” ucap Rendi Solihin saat di wawancarai awak media.

 

Dengan angka 14 persen stunting di Kukar, dirinya optimis dapat terus menekan angka stunting lebih rendah. Namun, Rendi juga menyayangkan terkait dengan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat soal penanganan stunting. Diketahui, Kota Balikpapan mendapat penghargan terkait denganpenanganan stunting oleh pemerintah pusat.

 

“Beberapa hari yang lalu, saya dikabari bahwa Kota balikpapan mendapat penghargaan soal penanganan stunting. Ya saya juga kaget, karena stunting kita di Kukar cukup rendah kalau dibanding dengan balikpapan,” bebernya.

 

Di acara yang sama, Sekda Kukar, Sunggono mengungkapkan, penanganan stunting dapat tercapai dengan optimal jika kebijakan yang tepat serta kolaborasi seluruh pihak turut memberikan sumbangsih besar dalam penanganan stunting. Menurutnya, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipastikan dapat berjalan dengan baik.

 

“Kebijakan politik atau policy dari pimpinan adalah hal yang utama mendorong kami untuk terus mengoptimalkan penanganan stunting. Selain itu, kolaborasi dengan CSR dan semua entitaslah, pasti akan menekan angka stunting lebih rendah,” ungkap Sekda Kukar.

 

Menurutnya, maslaah stunting tidak hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Dinas Pengendalian dan Perlindungan Anak (DP2A) saja. Namun menjadi tanggung jawab seluruh elemen lapisan masyarakat dan pemerintah.

 

Terkait dengan rencana program penaganan stunting kedepan, Sunggono mengatakan, pihaknya akan terus melihat dinamika yang berada di masyarakat. Pengontrolan dan pemantauan yang ketat, tentu akan menjadi tolak ukur dalam mengambil langkah atau kebijakan yang tepat kedepan.

 

“Kita terus memantau perkembangan ya. Yang jelas kita akan berikan program yang sebaik mungkin. Salah satunya ini, ya program rumah bahagia, semacam wadah untuk memberikan perkembangan bagi anak,” ungkapnya.

 

Menanggapi penghargaan penanganan stunting yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Kota Balikpapan. Sunggono menyayangkan bahwa penghargaan tersebut tidak jatuh ke tangan Kukar.

 

“ya sedikit kecewa, karena angka stuntung kita sekarang sekitar 14 persen, sementara Balikpapan itu sekitar 30 persen. Tapi diluar dari itu, ini harus menjadi inspirasi bagi kabupaten kota lainnya agar dapat menekan stunting lebih rendah lagi kedepannya,” katanya.

 

Untuk itu, dirinya berharap, seluruh stake older dan semua elemen di Kukar dapat terus membangun kolaborasi yang optimal dalam proses penaganan stunting di Kutai Kartanegara. (Dar)

Terkait

TAGS: #Wakil Bupati Kukar
PREVIOUS
Salehuddin: Perda 9/2023 Jadi Landasan Penting Perkuat Pemahaman Masyarakat Terhadap Nilai Pancasila 
NEXT
Pindah Ke Gerindra, Ini Jawaban Aulia Rahman Basri 
Related Post
07/11/2023
Tenaga Mediator Disnakertrans Kaltim Butuh Update Skilling Tekan PHI
09/04/2023
Seno Aji Inginkan Pertanian Di Tenggarong Seberang Diperhatikan
14/11/2023
Sejumlah Perusahaan Di Kaltim Raih Penghargaan Di Naker Award 2023
14/02/2023
Anggota DPRD Kaltim Mulai Menggelar Reses Masa Sidang I 2023
Leave a Reply

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

  • Home
  • Info Iklan
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi
Copyright - habarbangsa. All Rights Reserved