Menurut pandangan Islam, kebahagiaan adalah hasil dari ketaatan kepada Tuhan dan perintah-Nya. Ketaatan ini dapat dicapai melalui ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan ketaatan pada perintah-Nya.
Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan juga dapat dicapai melalui keseimbangan dalam hidup, yaitu dengan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Hal ini dicapai dengan menjaga keseimbangan antara hak-hak diri sendiri dan hak orang lain, serta menjaga keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.
Islam juga mengajarkan bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui amal shalih atau kebaikan yang dilakukan. Kebaikan yang dilakukan pada diri sendiri, keluarga, sosial, atau masyarakat akan membawa kebahagiaan pada diri seseorang.
Selain itu, dalam islam, kebahagiaan juga diperoleh dari hubungan yang baik dengan Allah SWT, dalam konsep tawakkal dan sabar, yang diterangkan dalam Al-Qur’an sebagai dua hal yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan. Tawakkal adalah percaya pada kekuasaan Tuhan dan menerima segala sesuatu yang telah ditentukan oleh-Nya, sabar adalah dalam menghadapi kesulitan dan keterbatasan dalam hidup, dengan keyakinan bahwa semua ini telah digariskan oleh Tuhan.
Secara keseluruhan, dalam pandangan Islam, kebahagiaan diperoleh dari ketaatan kepada Tuhan, keseimbangan dalam hidup, amal shalih, serta tawakkal dan sabar. Kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan di dunia saja, tetapi juga ketika di akhirat, yang merupakan tujuan akhir dari kehidupan manusia.





