{"id":95407,"date":"2023-03-02T17:33:56","date_gmt":"2023-03-02T09:33:56","guid":{"rendered":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=95407"},"modified":"2023-03-02T17:33:56","modified_gmt":"2023-03-02T09:33:56","slug":"masih-terhitung-satu-periode-edi-damansyah-masih-bisa-mencalonkan-diri-sebagai-bupati-kukar-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=95407","title":{"rendered":"Masih Terhitung Satu Periode, Edi Damansyah Masih Bisa Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Kukar, Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p>habarbangsa.com (TENGGARONG) &#8211; Kuasa Hukum Pemohon Edi Damansyah, Muhammad Nursal mengatakan, adanya informasi tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bernomor 02\/PUU-XXI\/2023 yang dirilis dalam situs resmi MK dengan judul \u201cAturan Masa Jabatan dalam UU Pilkada Konstitusional\u201d mengundang respon sejumlah pihak. Berbagai persepsi dituangkan dalam tulisan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan hasil putusan tersebut.<\/p>\n<p>Termasuk lanjutnya, mengaitkan putusan tersebut dengan masa jabatan Bupati Kukar Edi Damansyah yang diframing seolah-olah sudah menjabat dua periode. Sehingga tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar pada Pilkada serentak tahun 2024 mendatang. Padahal uraian penjelasan putusan tersebut tidak masuk dalam pembahasan periodesasi Bupati Kukar Edi Damansyah.<\/p>\n<p>&#8220;Lalu pertanyaan mendasar atas putusan a quo adalah apakah Drs. Edi Damansyah masih memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon Bupati Kukar periode 2024 hingga 2009. Terutama jika dikaitkan dengan pertimbangan atas putusan a quo sebagaimana yang terdapat pada halaman 49 sampai halaman 50. Sebelum merincikan berbagai logika hukum atas putusan tersebut, ada baiknya menilik kembali kasus serupa pada pemilihan kepada lain. Bahwa dalam pertimbangan putusan a quo terdapat kalimat: \u201cyang dikuatkan kembali dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUUXVIII\/2020\u2026\u201d Makna kata dikuatkan dalam Putusan MK Nomor 67 ini sejatinya sama dengan keadaannya Edi Damansyah dengan Hamin Pou dahulu sebagai Calon Bupati Bone Bolango (periode 2010-2015). Sehingga pernah menjalani masa jabatan sebagai pelaksana tugas Bupati selama 2 tahun 8 bulan 9 hari, dan menjalani masa jabatan sebagai bupati definitif selama 2 tahun 3 bulan 21 hari, &#8221; jelas Muhammad Nursal melalui press release, Kamis (02\/03\/2023).<\/p>\n<p>Kembali ia menjelaskan, bahwa putusan a quo justru tidak menyatakan kalau Hamim Pou tidak lagi memenuhi syarat sebagai Calon Bupati periode 2021 hingga 2026, karena telah menjalani satu periode pada 2010 &#8211; 2015, dan satu periode lagi pada 2016 &#8211; 2021. Sekarang masih menjabat sebagai Bupati Bonebolango periode 2021 &#8211; 2026. Sekiranya MK menyatakan, bahwa Plt juga harus dihitung sebagai satu kesatuan, maka sudah dapat dipastikan dalam pertimbangan putusan a quo akan menyatakan bahwa mahkamah mengalami pergeseran pendapat, tetapi yang ternyatakan justru hanya \u201cMENGUATKAN\u201d. Dan perlu pula diingat pula putusan sebelumnya, yaitu: Putusan MK Nomor 22\/PUU-VII\/2009, merupakan permohonan uji materil yang diajukan oleh salah satu pemohon yang bernama H. Nurdin Basirun, S.Sos.<\/p>\n<p>&#8220;Nurdin Basirun, pada fase pertama adalah Bupati Karimun yang pernah melalui masa jabatan Bupati defenitif (25 April 2005 sampai 14 Maret 2006) yang diangkat dari kedudukan sebelumnya dari wakil Bupati. Kemudian pada fase kedua, terpilih sebagai Bupati Karimun melalui hasil pemilihan secara langsung (dilantik pada 15 Maret 2006). Oleh Mahkamah malah hanya mempersoalkan pula penghitungan jabatan definitif saja untuk H. Nurdin Basirun,S.Sos, sebagaimana dalam pertimbangannya yang<br \/>\nmenyatakan: [3.18] Menimbang bahwa yang menjadi persoalan ialah bagaimana jika masa jabatan periode pertama tidak penuh karena Pemohon menggantikan Pejabat Bupati\/Walikota yang berhenti tetap, misalnya Pemohon II menjabat Bupati Karimun periode pertama selama kurang dari satu tahun (kurang dari separuh masa jabatan), sedangkan Pihak Terkait I menjabat Walikota Surabaya selama dua tahun sembilan bulan atau lebih dari separuh masa jabatan, &#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Kemudian dikatakannya, penjelasan Pasal 38 PP 6\/2005 menyatakan, bahwa Penghitungan dua kali masa jabatan dihitung sejak saat pelantikan. Penjelasan ini tidak membedakan apakah seseorang secara penuh menjabat selama masa jabatan ataukah tidak. Mahkamah menilai tidak adil apabila seseorang menjabat kurang dari setengah masa jabatan disamakan dengan yang menjabat setengah atau lebih masa jabatan. Oleh sebab itu berdasarkan asas proporsionalitas dan rasa keadilan sebagaimana tersebut dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi, \u201cSetiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum,\u201d oleh karena itu, Mahkamah berpendapat bahwa setengah masa jabatan atau lebih dihitung satu kali masa jabatan. Artinya jika seseorang telah menjabat Kepala Daerah atau sebagai Pejabat Kepala Daerah selama setengah atau lebih masa jabatan, maka yang bersangkutan dihitung telah menjabat satu kali masa jabatan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pertimbangan hukum atas putusan a quo berbunyi dalam putsan MK bernomor 02\/PUU-XXI\/2023 sebagai berikut: Berdasarkan pertimbangan putusan-putusan di atas, khususnya pertimbangan hukum dan amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22 PUU-VII\/2009 yang menyatakan masa jabatan yang dihitung satu periode adalah masa jabatan yang telah dijalani setengah atau lebih dari setengah masa jabatan\u201d yang dikuatkan kembali dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUUXVIII\/2020 yang menyatakan, setengah masa jabatan atau lebih dihitung satu kali masa jabatan. Artinya, jika seseorang telah menjabat Kepala Daerah atau sebagai Pejabat Kepala Daerah selama setengah atau lebih masa jabatan, maka yang bersangkutan dihitung telah menjabat satu kali masa jabatan.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga Permohonan Pemohon yang menghendaki agar kata \u201cmenjabat\u201d dalam frasa \u201cbelum pernah menjabat sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk Calon Gubernur, Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati, Calon Wakil Bupati, Calon Walikota, dan Calon Wakil Walikota\u201d, dalam Pasal 7 ayat (2) huruf n UU 10\/2016 dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai menjadi \u201cmenjabat secara definitif\u201d, dengan sendirinya telah terjawab oleh pertimbangan hukum Putusan tersebut, &#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, dengan demikian berdasarkan pertimbangan hukum dan amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22\/PUU-VII\/2009 yang kemudian dikuatkan dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67 PUU-XVIII\/2020, makna kata \u201cmenjabat\u201d dimaksud telah jelas dan tidak perlu dimaknai lain selain makna dimaksud dalam putusan tersebut. Dengan demikian, kata \u201cmenjabat\u201d adalah masa jabatan yang dihitung satu periode, yaitu masa jabatan yang telah dijalani setengah atau lebih dari masa jabatan kepala daerah. Oleh karena itu, melalui putusan a quo Mahkamah perlu menegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan masa jabatan yang telah dijalani setengah atau lebih adalah sama dan tidak membedakan \u201dmasa jabatan yang telah dijalani\u201d tersebut, baik yang menjabat secara definitif maupun PENJABAT SEMENTARA, sebagaimana didalilkan oleh Pemohon.<\/p>\n<p>Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, pada sesungguhnya Edi Damansyah tetap dapat mendaftar sebagai calon Bupati Kukar periode 2024 &#8211; 2029 dengan dasar argumentasi sebagai berikut bahwa yang dilakukan pembatasan sebagai hitungan 1 periode dalam makna 2 \u00bd tahun atau lebih hanyalah pejabat definitif dan PENJABAT SEMENTARA. Nomenklatur penjabat sementara dengan pejabat sementara adalah dua hal yang berbeda, kalau PEJABATsementara dalam teori merupakan genus pejabat yang terdiri atas Plt, Plh, Penjabat, dan Penjabat Sementara. Sedangkan PENJABAT sementara adalah orang yang mengisi jabatan kepala daerah karena kepala daerah dan wakil kepala daerah definitif sedang menjalani masa cuti kampanye.<\/p>\n<p>Hal tersebut ditegaskan dalam Pasal 1 angka 6 Permendagri Nomor 1 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Cuti Di Luar Tanggungan Negara Bagi Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Wali Kota Dan Wakil Wali Kota: \u201cPENJABAT Sementara yang selanjutnya disingkat Pjs adalah pejabat tinggi madya\/setingkat atau pejabat tinggi pratama yang ditunjuk oleh Menteri untuk melaksanakan tugas gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota karena gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota Cuti di Luar Tanggungan Negara untuk melaksanakan Kampanye gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota.<\/p>\n<p>&#8220;Edi Damansyah dalam hal ini tidak pernah menduduki jabatan sebagai PENJABAT SEMENTARA sebagaimana dimaksud dalam Permendagri tersebut, sehingga pembatasan yang dimaksud tidak mungkin berhubungan dengan kondisi jabatan yang pernah didudukinya sebagai Pelaksana Tugas. Bahwa pun jika dipaksakan dalam hal ini makna penjabat sementara dalam pertimbangan putusan a quo diletakkan sebagai genus dari Pelaksana Tugas, juga tidak akan memenuhi Edi Damansyah dalam satu periode selama menjabat sebagai Plt Bupati dan Bupati Defenitif pada periode 2016-2021, sebab mengapa? Putusan tersebut tidak mempertegas apakah masa jabatan Plt dan definitif (2016 sd 2021) dihitung sekaligus atau terpisah. Karena tidak ada penegasan demikian maka haruslah dimaknai terpisah, menjabat Plt selama 10 bulan 3 hari, menjabat sebagai bupati defenitif 2 tahun 9 hari, adalah kedua-duanya belum ada yang memenuhi selama 2 tahun 6 bulan, kemudian bahwa apakah dalam kasus ini dahulu Edi Damansyah pernah dilantik sebagai pelaksana tugas Bupati (2026-2021), ternyata ia bukan dilantik, tetapi hanya melalui pengukuhan, karena yang namanya pelantikan kepada pejabat yang bersangkutan harus dengan mengucapkan lafal sumpah: \u201cdemi Allah dst\u2026\u201dPengertian tentang pelantikan diatur dalam Pasal 1 angka 6 dan Pasal 11 Permendagri Nomor 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelantikan Kepala dan\/atau Wakil Kepala Daerah Pelantikan adalah upacara resmi pengucapan sumpah\/janji Kepala Daerah dan\/atau Wakil Kepala Daerah sebelum<br \/>\nmemangku jabatan, &#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&#8221; Dihubungkan dangan naskah pengukuhan dan pakta integritas atas keadaannya dahulu Edi Damansyah pernah menduduki jabatan Plt Bupati, dengan pasal a quo, bukan terkualifikasi sebagai pelantikan karena sama sekali dalam naskah pengukuhan dan pakta integritas dimaksud tidak terdapat lafal sumpah\/janji: demi Allah dst. Bahwa dalam pertimbangan putusan a quo terdapat kalimat: \u201cyang dikuatkan kembali dalam pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUUXVIII\/2020\u2026\u201d makna kata dikuatkan dalam Putusan MK Nomor 67 ini sejatinya sama dengan keadaannya Edi Damansyah dengan Hamin Pou dahulu sebagai Calon Bupati Bone Bolango (periode 2010 sd 2015), pernah menjalani masa jabatan sebagai pelaksana tugas Bupati selama 2 tahun 8 bulan 9 hari, dan menjalani masa jabatan sebagai bupati definitif selama 2 tahun 3 bulan 21 hari.Putusan a quo justru tidak menyatakan kalau Hamim Pou tidak lagi memenuhi syarat sebagai Calon Bupati (periode 2021 sd 2026), karena telah menjalani satu periode pada 2010 sd 2015, dan satu periode lagi pada 2016 sd 2021 (sekarang masih menjabat sebagai Bupati Bonebolango, 2021 sd<br \/>\n2026), &#8221; pungkasnya. (Dar)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>habarbangsa.com (TENGGARONG) &#8211; Kuasa Hukum Pemohon Edi Damansyah, Muhammad Nursal mengatakan, adanya informasi tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bernomor 02\/PUU-XXI\/2023 yang dirilis dalam situs resmi MK dengan judul \u201cAturan Masa Jabatan dalam UU Pilkada Konstitusional\u201d mengundang respon sejumlah pihak. Berbagai persepsi dituangkan dalam tulisan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan hasil putusan tersebut. Termasuk lanjutnya, mengaitkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":95408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[29,30,27,51],"tags":[115,17,37,361,360],"class_list":["post-95407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-habarkaltim","category-odahetam","category-politik","category-ragam","tag-edi-damansyah","tag-headline","tag-kukar","tag-periodesasi-jabatan-bupati","tag-putusan-mk"],"jetpack-related-posts":[{"id":99033,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=99033","url_meta":{"origin":95407,"position":0},"title":"Edi Damansyah Tanggapi Keputusan MK Terkait Pilkada Kukar","author":"admin","date":"24\/02\/2025","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia mendiskualifikasi Edi Damansyah dari pencalonan sebagai Bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Keputusan ini disampaikan Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang pleno terbuka Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Jakarta, Senin (24\/2\/25). Dalam putusannya,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250224-WA0027.jpg?fit=1200%2C691&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250224-WA0027.jpg?fit=1200%2C691&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250224-WA0027.jpg?fit=1200%2C691&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250224-WA0027.jpg?fit=1200%2C691&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250224-WA0027.jpg?fit=1200%2C691&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":95404,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=95404","url_meta":{"origin":95407,"position":1},"title":"Bupati Kukar Edi Damansyah Tanggapi Putusan MK Terkait Gugatan UU Pilkada","author":"admin","date":"02\/03\/2023","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatannya terhadap Pasal 7 ayat (2) huruf n Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota telah dibacakan Ketua MK di Kantor MK Jakarta Selasa (28\/02\/2023) lalu. Menanggapi hal ini, Bupati Kukar Edi Damansyah meminta kepada para sahabat agar\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0003.jpg?fit=1200%2C903&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0003.jpg?fit=1200%2C903&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0003.jpg?fit=1200%2C903&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0003.jpg?fit=1200%2C903&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0003.jpg?fit=1200%2C903&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":98284,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=98284","url_meta":{"origin":95407,"position":2},"title":"DPC PDIP Kukar Tegaskan Usung Edi Damansyah-Rendi Solihin Pada Pilkada Kukar 2024","author":"admin","date":"23\/06\/2024","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kukar, Junaidi menegaskan, sesuai rekomendasi DPP PDI-P, pihaknya tetap mengusung Edi Damansyah dan Rendi Solihin untuk maju kembali dalam Pilkada Kukar 2024. Karena lanjutnya, beliau dianggap sukses mempimpin PDI-P Kukar dan mengangkat suara dari 7 kursi menjadi 16 kursi, dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240623-WA0020-scaled.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240623-WA0020-scaled.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240623-WA0020-scaled.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240623-WA0020-scaled.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/IMG-20240623-WA0020-scaled.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":98430,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=98430","url_meta":{"origin":95407,"position":3},"title":"Paslon Dendi-Alif Sampaikan Keberatan Penetapan Paslon oleh KPU Kukar","author":"admin","date":"23\/09\/2024","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Pasangan Calon nomor urut 3 Dendi Suryadi dan Alif Turiadi menyampaikan keberatan kepada KPU Kukar terkait surat Keputusan Nomor 1131 Tahun 2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara Tahun 2024. Hal ini diungkapkan Dendi Suryadi saat menyampaikan sambutan usai pengambilan nomor\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240923-WA0006.jpg?fit=1200%2C781&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240923-WA0006.jpg?fit=1200%2C781&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240923-WA0006.jpg?fit=1200%2C781&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240923-WA0006.jpg?fit=1200%2C781&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240923-WA0006.jpg?fit=1200%2C781&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":97861,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=97861","url_meta":{"origin":95407,"position":4},"title":"Bupati Kukar Lakukan Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Dr Sunggono Sebagai Sekda Kukar","author":"admin","date":"15\/12\/2023","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan pengukuhan perpanjangan masa jabatan Dr Sunggono sebagai Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Kamis (14\/12\/2023). Usai di kukuhkan kembali, Sekda Kabupaten Kukar Sunggono menyatakan dirinya siap untuk menjalankan tugas dan fungsi seperti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-09.53.26-scaled.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-09.53.26-scaled.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-09.53.26-scaled.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-09.53.26-scaled.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-12-15-at-09.53.26-scaled.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":639,"url":"https:\/\/habarbangsa.com\/?p=639","url_meta":{"origin":95407,"position":5},"title":"Ini Alasan Bupati Kukar Lantik Dirut Dan Komisaris Perseroda Kukar Usai Sholat Subuh","author":"admin","date":"13\/01\/2023","format":false,"excerpt":"habarbangsa.com (TENGGARONG) - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah melantik Direktur Utama dan Komisaris Perseroda PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) serta Komisaris Perseroda Kukar Sejahtera Dambaan Etam (KSDE) Kabupaten Kukar usai sholat Subuh di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Senin (2\/1\/2023) lalu. Pejabat yang dilantik, yaitu Efri Novianto\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;HabarKaltim&quot;","block_context":{"text":"HabarKaltim","link":"https:\/\/habarbangsa.com\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/IMG-20230113-WA0003.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/IMG-20230113-WA0003.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/IMG-20230113-WA0003.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/IMG-20230113-WA0003.jpg?fit=1000%2C562&ssl=1&resize=700%2C400 2x"},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/habarbangsa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230302-WA0005.jpg?fit=1600%2C1204&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95407"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95409,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95407\/revisions\/95409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/95408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/habarbangsa.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}